Showing posts with label Imaginasi. Show all posts
Showing posts with label Imaginasi. Show all posts

Thursday, 2 August 2018

Pagi dan Secangkir Kopi..

Di setiap pagi bagiku adalah kumpulan keceriaan lewat sumringah nya mentari di langit biru. Aku ingin memilikinya. Berkawan dengan segala harap yang aku bangun di dalamnya.

Aku hanya tak ingin kopi ini mendingin sendirinya dengan tergesa. Seperti pagi yang terburu-buru menuju siang. Cangkir itu tak pernah protes ketika aku mengajaknya berdialog tentang hidup, tentang rindu, tentang cinta, pula tentang mimpi-mimpi dan kehangatan masa yang akan datang supaya pagi ini seakan lama mampu kunikmati dengan cita rasa Sekalipun seorang diri tanpa yang menemani.
Terkadang aku menganggap bahwa ketakutan  dalam hidupku  adalah tidak bisa mengendalikan ego perasaan dalam diri. Aku takut ketika sulit membedakan antara ambisi dan obsesi. Tapi aku percaya bahwa setiap apa yang aku pilih dan aku jalani adalah mampu ku jalani pada tanggungjawabku.

Aku terus melangkah, menapaki jalur yang aku yakini benar. Bertahan dengan segala keterbatasan diri.

Hidup ini memang milik mereka yang terus berjuang dan tak pernah kenal lelah ataupun menyerah.

Ya, aku sangat mempercayai itu. Dan aku akan berusaha menikmati setiap alur hidup yang Tuhan skenariokan padaku. 🙂

Setiap orang berhak untuk berbahagia. Dan menurut aku kebahagiaan itu kita sendiri yang menciptakan. Jadi, tidak ada alasan untuk tidak bisa merasakan kebahagiaan. Bahagia ya sesederhana itu, tergantung pemikiran kita ya..
Ya, aku bahagia dengan segala yang ada dalam kehidupanku saat ini. Memiliki orang-orang terdekat yang sangat aku cintai dan aku banggakan. Mereka adalah bagian terpenting dalam perjalanan hidup ku yang hanya sekali ini. Aku bersyukur atas warna berbeda yang Tuhan berikan lewat duniaku saat ini. Tidak ada yang lebih berharga selain mereka, ya mereka adalah kekuatan sekaligus semangatku.

Di dalam kopi selalu ada unsur pahit dan manis. Menurut aku dalam hidup pun demikian, selalu ada pahit manis yang akan menjadi sebuah kesempurnaan rasa. Kita tidak akan pernah tahu betapa manisnya hidup ketika kita tidak pernah merasakan pahit, begitu pula sebaliknya.
Hidup itu seperti kopi, akan terasa pahit saat meminumnya bila kita tidak tahu cara menikmatinya.

Bagiku kopi dan pagi adalah syair lagu yang tidak dapat dipisahkan. Di setiap pagi yang selalu membawa semangat dalam setiap aroma kopi yang ku hirup. Aroma kopi selalu membuat jantungku berdetak lebih semarak, seakan terkumpul lagi kekuatan untuk menghadapi hari ini, esok dan seterusnya. Pagi di mataku selalu nampak indah. Lebih indah lagi aku berharap akan ada seseorang yang tulus menemaniku tuk menghabiskan pagi, menceritakan tentang impian-impian dan cita cinta bersama. Semoga  Saja :)

By : EZ

Monday, 1 January 2018

Keragaman Itu Banyak Warna

Seringkali banyak kekecewaan yang mewarnai kehidupan.Tidak jarang kekecewaan ini muncul dalam bentuk dan ragam yang emosional.

Masalah ini sering terjadi hanya karena perbedaan-perbedaan sederhana.

Perbedaan sudut pandang seringkali mengakibatkan ketegangan yang sebenarnya tidak berguna dan tidak diperlukan,begitu susah kita menerima dan menyesuaikan perbedaan yang ada pada kehidupan kita,hanya dengan hati yang tulus serta kesadaran bisa mengatasinya,tetapi adanya perbedaan justru membuat dunia penuh keragaman.

Bayangkan... pelangi indah juga karena perbedaan warnanya bukan? ...

Sunday, 6 March 2016

BALADA DUO PENSIUNAN DI BANGKU TAMAN ITU...

Lelaki tua berbaju hangat itu masih setia duduk di bangku taman  kota berpantai indah sebelah utara kota itu berdua dengan temannya, bersisian duduk seperti jejeran buku di lemari yang tlah reyot. Angin bersemilir  menyapu topi lusuh menutupi rambut mereka yang sudah penuh uban. 

thatsfunnyshit.blogspot,com
Selembar tas kresek hitam bekas yang melayang-layang di atas rumput akhirnya mendarat di ujung sepatu lars mereka yang sudah lama tidak di semir. Tak satu pun peduli untuk menyingkirkannya. Keduanya masih mengenakan baju hangat yang menenggelamkan tubuh mereka. Matahari memang belum hangat, hawa dingin baru lewat. Pagi itu terendus selayang wangi bunga cempaka. Suara-suara anak para penjaja sarapan pagi kota seolah mendesir di antara ranting dan daun-daun, lalu turun pelan-pelan di tepi kuping.

Tak ada yang bicara. Masing-masing sibuk memutar ulang bayangan rupa dalam kepala. Di bangku kayu itu mereka namakan “kenangan” – segala sesuatu yang tertinggal. Seperti tapak sepatu berjejak pada debu.

Berpuluh tahun yang lalu, sulit membayangkan hari ini. Bahkan sekarang pun, rasanya masih aneh berusia tujuh puluh lima tahun. Banyak hal telah berubah, banyak hal tetap. Mereka  tetap berteman sejak masih sekolah dan hingga mereka meninggalkan kampung halaman lalu barengan lulus tes masuk kerja sampai punya keluarga bertetanggaan dan masih berbagi kopi atau teh serta pisang goreng di malam hari. 

Tiga hari sekali keduanya akan berbelanja ke pasar, membeli roti, susu, daging, dan berbagai keperluan remeh harian. Tiap hari Sabtu , mereka berjalan ke gedung pertemuan di sebelah wahana rekreasi anak muda, bermain gaplek atau catur bersama orang-orang tua lain. Sesekali akan datang sekelompok anak muda yang memainkan gitar untuk mereka. Anak-anak muda yang suka mengadakan acara musik di hari Minggu dan jika ditegur “ apa khabar anak muda “ dengan penuh semangat mereka menjawab, “Baik Ooom !” lalu anak anak itu menyapa mereka  
“om juga ada sehat semua?”..”in syaa allah sehat “ balas mereka.

Apa kabar... Keduanya sudah lupa, kapan terakhir kali mereka saling menyapa dengan kalimat itu. Mungkin jika kita hidup cukup lama, hari-hari akan terasa sama. Kemarin, tiga hari lalu, minggu lalu, bulan lalu, bahkan tahun lalu, tak lagi amat berbeda dengan pagi ini. Waktu, jangan-jangan adalah segelas air  yang menyapu segala yang pernah kita cicip di lidah ini  – manis, pahit, asam, pedas, dan asin, lalu meninggalkannya kembali hambar dan netral. Rasa jadi sesuatu yang begitu kini. Seperti ketupat sayur nangka pagi.

“Aku lupa membeli selai strawberry dan roti tawar kemarin,” lelaki itu menggaruk dagunya yang tak gatal. “Selai nanas yang kumakan tadi sudah kering dan susah nempel di rotiku. Aku seperti mengunyah gabus kenyal, bukan roti lapis berselai.”

Rais terkekeh pelan. “Kita senasib,” katanya, “Aku lupa membeli sabun mandi. Semalam aku terpaksa menyabuni badanku dengan shampoo.”

Keduanya terbahak. Mengagetkan burung merpati yang sedang mengais sebaran jagung di dekat kaki mereka langsung terbang karena kaget...

“Shampoo!! Hahahaha… Bagaimana rasanya?”

“Seperti soto daging berminyak bikinan Mak Junah, lengket dibadan!”

Mereka tertawa ngakak hingga terbungkuk-bungkuk.

Mak Junah, Mak Junah... Mak Junah  membersihkan rumah mereka. Ia datang seminggu dua kali. Perempuan gemuk  setengah baya yang selalu ceria dan rajin bekerja. 

Menyapu, menyingkirkan debu, membuang sampah, membersihkan kaca jendela, menjaga rumput di halaman agar tak terlalu tinggi, dan menjamin toilet-kamar mandi tetap harum – adalah tugasnya. Memasak – bukan.

Tapi secara teratur, ia akan membersihkan isi kulkas dan memanfaatkan apa saja yang hampir kadaluarsa di dalamnya. Sebagai perantau dari desa tertinggal, ia merasa berdosa jika ada makanan yang dibiarkan basi membusuk. Meski begitu, ia bukan tukang masak yang baik. Ikan goreng balado nya selalu garing dan gosong. Telor dadar goreng bikinannya selalu keasinan. Kolak ubi  kreasinya ( Rais dan Topik  kesulitan mendefinisikan apa sesungguhnya yang dibuat Mak Junah ) terasa seperti obat sakit masuk angin.

Tapi tak ada yang mengalahkan soto daging berminyaknya. Kedua laki-laki itu selalu pucat jika Mak Junah menyuguhkan soto daging masakannya di meja: cairan bening berwarna kekuningan dengan potongan sayur dan berbagai hal yang berhasil ditemukan perempuan itu di lemari pendingin. Hal-hal yang tak wajar berada dalam soto daging itu. Sobekan roti (yang sudah mengembung dan sedikit hancur karena basah), cacahan bawang, kol, potongan daging, soun yang seperti lidi melengkung, gilingan kacang, bahkan butiran kismis dan kurma pun di campurkannya.

Selain berbau gak karuan, entah kenapa, soto itu  itu selalu membuat Rais teringat pada kencing tikus got.  Ia menyebutnya ‘racun nenek tukang sihir ’. “Mungkin dia memang ingin meracuni kita,” selorohnya.

Tapi mereka tahu, Mak Junah berhati emas dan tak mampu membunuh seekor kecoa sekalipun. Ia hanya seorang perempuan yang baik dengan maksud mulia – kombinasi yang membuat bahkan orang tua tak sabaran seperti Rais dan Topik sekalipun tak tega menyakiti hatinya. Mereka hanya bisa sabar dan menabahkan diri, menyuap sendok demi sendok makanan itu di depan Mak Junah yang berdiri menunggui dengan senyum senang. 

Soto Daging Mak Junah adalah salah satu bentuk berempati yang membuat Rais dan Topik makin merasa senasib sependeritaan.

“Sudah, sudah,” Rais memegangi perutnya yang sedikit kejang. Dengan punggung tangan, ia menyeka air mata di pipinya yang sekusut kaos lupa digosok. Ia selalu begitu jika terlalu geli. “Kita tak berdaya tanpanya.”

“Aku tahu,” Topik masih terkekeh, berdiri meluruskan kaki.

Ia memanggil tukang koran yang lewat didepan mereka. Halaman belakang berisi sambungan artikel serta iklan keluarga. Matanya tertumbuk kolom Berita Duka, pada sebuah nama yang ia kenal. “Hei! Bro , kau ingat Pamuncak ? Ia meninggal minggu lalu!” 

Disorongkannya lembar tadi pada Rais yang lantas  memicingkan mata, berusaha untuk membaca huruf-huruf di koran yang tercetak kecil-kecil itu.
“Oohhhh….,” ujarnya. Entah apa maksudnya.

Di hari-hari ini, berita kematian tak lagi mengejutkan dan membuat sedih. Berbeda dengan belasan tahun lalu ketika semua yang ia kenal masih ada. Berbeda dengan tujuh tahun lalu ketika Dennis meninggalkannya. Dennis  yang tabah akhirnya menyerah kalah pada penyakit yang menggerogoti livernya. Rais mengembalikan koran tadi ke Topik yang melipatnya dengan rapi, mengepitnya di ketiak, dan  kembali duduk.

Sekali lagi kesunyian hadir di antara mereka berdua seperti orang ketiga – sosok asing yang tak pernah bisa mereka jadi akrab.

Di hari Dennis  pergi, kesunyian yang sama pelan-pelan datang, menempati kursi yang biasa ia duduki di meja makan, berlutut di samping rumpun bunga melati di halaman depan, mengisi sisi kosong di tempat tidurnya, berdiam di sofa di mana Dennis  selalu menghabiskan sore sambil merajut. Meski tanpa bentuk dan wajah, Rais tak pernah gagal mengenalinya.

Rais tak lagi sedih. Ia tak bisa mengatakan kapan tepatnya rasa itu hilang. Tak seperti luka yang dalam, kesedihan itu tlah pergi tanpa bekas. Mengingat Dennis  hari ini hanya sanggup sedikit menghangatkan ruang yang makin lama makin kecil dalam hatinya. Tapi kesunyian itu tinggal makin jelas. 

Suara yang makin lama makin keras. Kadang begitu nyaring, hingga ia tak lagi bisa mendengar apa-apa. Seperti baru saja. Topik menggamitnya. Rais terlonjak kaget. “Aku bilang, Dede tak akan datang di hari ulang tahunku nanti,” ulangnya lantang. Rais menggerutu, “Aku tidak tuli.” Topik tak peduli.

“Ia menelponku tadi pagi,” lanjutnya, “ia bilang, Menik sakit gigi.”

Menik adalah kucing Dede . Dede  anak  satu-satunya. Ia tinggal di kota sebelah yang berjarak tempuh sekitar dua jam saja dengan mobil. Topik mencintai Dede. Dede mencintai Menik. Sebuah hubungan segitiga yang agak rumit.

Lebaran tahun lalu, ia tidak datang karena Menik terserang kurap telinga. Dokter hewan bilang, kucing turki itu alergi terhadap udara panas. Puasa tahun ini juga terpaksa dilewatkan Topik hanya bersama Rais, karena kuku Menik patah ketika ia mengejar anjing di halaman belakang rumahnya. Lain kali, Dede bilang, kucingnya itu kena pilek, hingga ia tak bisa menemani Topik pergi ke dokter memeriksakan asam uratnya yang kumat berkala.

“Aku baru tahu kalau kucing bisa sakit gigi,” ujar Rais. Topik cuma mengangkat bahu. Ia juga, tapi tak ingin lebih jauh mencari tahu. Sesuatu di dalam hatinya melarangnya melakukan itu. 

Topik tetap ingin percaya bahwa Dede memang tak bisa datang karena alasan-alasan yang dikatakannya. Karena itu ia hanya diam ketika kunjungan-kunjungan yang awalnya sebulan sekali, kemudian berkurang jadi empat  bulan sekali, lalu setahun sekali. Dede selalu minta maaf. Topik selalu memaklumi. “Tak apa, sayang. Aku mencintaimu.”

Sekarang, sudah tiga tahun Dede tak pulang. Topik cuma bisa menyimpan rindunya.
Ia simpan rindu itu di kotak indomie di bawah meja gudang bawah tanah. Sesekali, jika ia benar-benar kesepian, laki-laki tua itu akan menarik kotak itu dari tempatnya yang gelap, dan mengeluarkan isinya satu-satu: surat-surat, kartu-kartu ucapan, foto-foto keluarga lama yang sudah menguning, ijasah-ijasah usang, dan cincin pernikahan yang tidak pernah dipakainya lagi semenjak Citra istrinya meninggal dan bayi enam bulan mereka tlah dibawa pergi bersama seorang supir truck, entah ke mana.

Topik tak pernah berhenti mencintai Citra. Ia cuma berhenti naik mobil sekarang.
Rais melirik sahabatnya. Ia tahu apa yang sedang dipikirkan Topik. Pelan ia menepuk lututnya. “Tentang ulang tahunmu,” ujarnya dengan suara  ceria yang sedikit dipaksakan, “kita buat acara silaturahmi. Kita undang semua teman kita biar meriah!”

Topik menghitung dengan jarinya. “Kamu lupa, teman kita tinggal tiga.”

Rais tersenyum. “Aku tahu.”

Keduanya tertawa.

“Baiklah. Kita bikin acara tersebut  sampai pagi. Aku akan minta Mak Junah memasak untuk kita!”

Keduanya terbahak-bahak, tak peduli pada pandangan aneh ibu-ibu muda yang mulai datang dengan membawa kereta bayi dan anak-anak yang sibuk berlari-lari sambil disuapi makan bubur.

Matahari sudah mulai meninggi. Bayang-bayang makin pendek. Topik menengok arloji tua di tangan kanannya. “Jam sepuluh. Mau ngupi ?” Lewat sudut matanya ia melihat anggukan Rais. 

Keduanya berdiri, pelan-pelan melangkah meninggalkan taman. Di ujung taman itu  sudah terlihat papan yang sudah buram bertuliskan “Kedai Mak Odeng”.

Plang Kayu yang bertulis  “Kedai Mak Odeng”  telah berada di sana sejak – entahlah.....


Kisah imajiner ini  saat diri kami sudah uzur....



By: ww050316


Saturday, 2 January 2016

MANUSIA SENANTIASA HIDUP DALAM PERUBAHAN BERKELANJUTAN.

Berakhirnya tahun kalender 2015 Masehi  sangat menggembirakan untuk sebagian umat manusia di muka bumi ini, karena itulah mereka merasa perlu untuk merayakan pergantian tahun yang begitu spesial.  Berakhirnya tahun ini  juga menjadi refleksi aktifitas dan kejadian yang terjadi dalam 1 tahun belakangan ini.

freepik,com
Ke semua itu bisa menjadi evaluasi diri dan ingin membuka harapan dan keinginan baru di tahun berikutnya. Dan pada akhirnya, masa yang berlalu bisa menjadi sebuah nasehat panjang bagi kita semua.

Pertanyaannya...kenapa menjadi refleksi?  Jawabannya  sangat tergantung dari sisi pandang setiap orang yang pastinya berbeda beda.

Kita semua tahu bahwa perubahan itu pasti terjadi, walau banyak diantara kita kadang menolak perubahan itu sendiri, padahal  bila kita kaitkan dengan pengertian fase kehidupan manusia, mengandung arti bahwa manusia itu hidup akan terus bergerak tumbuh seiring perjalanan waktu di mana dia berada.

Kehidupan bukan  sesuatu yang diam atau statis, tapi  yang terus tumbuh dan berkembang. Manusia dalam kehidupannya mengalami fase di dalam kandungan, lahir, bayi dan anak-anak, remaja, dewasa, dan orang tua. Ada kesinambungan dalam kehidupan manusia.


Kesinambungan itu terjadi karena manusia dalam kehidupannya diikat oleh waktu. Ada masa lalu, masa sekarang, dan masa yang akan datang. Masa lalu akan menentukan masa sekarang, dan masa sekarang akan menentukan masa depan. Waktu menurut penulis diartikan sebagai  jam, hari, minggu, bulan, tahun, dan bentuk waktu yang lainnya diharapkan memberi suatu manfaat  yang lebih baik dari sebelumnya untuk kehidupan ini.


Sartono Kartodirjo (sejarawan), mengatakan:

“Bahwa mereka yang lupa akan masa lampaunya itu telah kehilangan identitas dan oleh karena itu dapat membahayakan masyarakat di sekitarnya”.

Peristiwa sejarah berisi perubahan dalam kehidupan manusia. Sejarah mempelajari aktivitas manusia dalam konteks waktu. John Dewey, seorang pemikir pendidikan asal AS,  menganjurkan:

“Sejarah harus bersifat instrumental dalam memecahkan masalah masa kini atau sebagai pertimbangan program aksi masa kini ”.

Perubahan yang terjadi pada masa lalu memberikan pengaruh pada kehidupan masa kini. Perubahan yang terjadi  di dalam masyarakat dengan masyarakat yang lain tidaklah sama. Misalnya perubahan sosial, karena adanya perubahan dimungkinkan terjadi ketidakpuasan atau ketidakcocokan. Dari keadaan seperti itulah timbul adanya suatu keinginan atau tindakan yang menginginkan suatu perubahan. Proses perubahan masyarakat (social change) terjadi karena  aktifitas berfikir dan bekerja.  

Selain itu manusia juga selalu berusaha untuk memperbaiki nasibnya dan sekurang-kurangnya berusaha untuk mempertahankan hidupnya sekarang. Perubahan sosial dalam masyarakat bukan merupakan sebuah hasil atau produk tetapi merupakan sebuah proses keputusan bersama yang diambil oleh anggota masyarakat.

Pada dasarnya pergerakan sosial-lah yang menjadi sumber adanya perubahan sosial. Dari adanya pergerakan sosial ini muncullah ide yang kuat mengenai apa yang salah dengan dunia atau sebagian darinya dan bagaimana cara memperbaikinya. Hal ini menjadi suatu refleksi  kita sebagai masyarakat dalam memilih cara hidup yang terbaik dalam  menjalani kehidupan selanjutnya.   

Tahun 2015 telah berlalu, Begitu banyak peristiwa yang kita alami sepanjang tahun ini, baik pribadi maupun kejadian di lingkungan kita berada. Semua peristiwa membuat aku terkejut, haru, marah, dan terakhir bisa ngucapin istighfar.

Ada  beberapa peristiwa heboh di Negeri kita yang membuat ku kaget, haru, marah dan kadang heran, sedikit catatan yang ku simpan diantaranya:

Awal Februari 2015 foto bugil mahasiswi Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung tersebar di facebook. Setelahnya, sebuah video seks mahasiswa ITB beredar di dunia maya dan menjadi berita heboh di sejumlah media online pada saat itu. Setelah itu, muncul lagi 17 foto bugil mahasiswi Malang yang disebar di pesan singkat whatsapp oleh kekasihnya pada 15 September 2015.

Awal Maret 2015, sebuah iklan heboh ditulis  "Penawaran Langka Abad Ini! Beli rumahnya bisa mengajak pemiliknya menikah (syarat dan ketentuan berlaku), hanya untuk pembeli serius dan tanpa nego"...(ada ada aja..).

Perseteruan dan cacat kepribadian mental akut di perwakilan rakyat di media massa,  8 April 2015. Anggota Komisi VII dari Fraksi Persatuan Pembangunan, Mustofa Assegaf, memukul Wakil Ketua Komisi VII dari Fraksi Partai Demokrat Mulyadi.saat rapat dengan menteri ESDM Sudirman Said.

25 April 2015, Divine Production Break The Rules Bikini Party JAKARTA acara pesta bikini pelajar SMA Jakarta bertema “Splash After Class” tersebut menyuarakan kebebasan,  untung ketahuan oleh pihak kepolisian RI.

Pertengahan bulan Mei 2015, kasus prostitusi online yang melibatkan gadis di bawah umur terkuak. Mereka dengan berinisiatif untuk menjual diri dengan cara mencari pelanggannya sendiri. 

Pertengahan tahun 2015, praktek jual beli Ijazah palsu  mulai dari ijazah strata satu (S1) hingga ijazah bergelar doktor (S3)  dengan beragam harga yang berbeda sesuai jenjang pendidikannya. Hal ini membuat aku sangat geram dan marah karena bagiku belajar dan sekolah itu sebuah kegiatan yang terhormat dan punya nilai luhur untuk di capai. Kejadian ini melukai hatiku karena mereka (pelaku dan penyedia jasa) merendahkan nilai moral pendidikan di indonesia.

Pada Jumat pagi, 17 Juli 2015, terjadi  insiden peristiwa paling memilukan terkait hubungan antar agama  di Karubaga Kabupaten Tolikara Papua pada sa'at pelaksanaan salat Idul Fitri mengakibatkan satu Mushola terbakar dan 70 rumah kios berkonstruksi papan kayu ikut terbakar, serta beberapa warga Muslim mengalami luka-luka.

Bulan Juli sampai Oktober, terjadi kebakaran hutan di beberapa propinsi Sumatera dan Kalimantan pada saat musim kemarau, telah menyebabkan korban meninggal dan terkena penyakit pernapasan.

Awal September 2015, Ketua DPR RI Setya Novanto dan Wakil Ketua DPR, Fadli Zon, diadukan karena pertemuan mereka dengan capres Amerika Serikat, Donald Trump, di New York, dinyatakan sebagai pelanggaran etika, dan di bulan November-Desember 2015, kembali Ketua DPR Setya Novanto dinyatakan melanggar etika terkait renegosiasi kontrak karya PT Freeport Indonesia (PT FI).

Sebelum berakhir tahun 2015 yang lalu, hari rabu 02 desember 2015 di mulai Sidang MKD di DPR-RI Jakarta, dikenal dengan kasus 'papa minta saham' yang the end nya anti klimaks, dan banyak lagi kasus anggota legislatif  yang tersangkut kasus pidana korupsi di tahun 2015. Kasus per kasus yang mencemarkan martabat atau “yang mulia“  para senator itu sudah hampir ke jurang kehinaan itu sudah berlangsung lama dan hal ini aku sungguh sangat prihatin dengan pilihan masyarakat kita yang tidak pernah logis dan riil menunjuk wakil mereka yang tidak amanah...wallahu alam hanya Tuhan yang tahu atas semua ini.

Akhirnya setelah ku berkaca ke peristiwa tahun 2015 atau istilah dusunnya “refleksi”, ternyata harapan untuk berubah di dalam masyarakat kita ini termasuk aku banyak yang belum sesuai dengan niat untuk menjadi lebih baik. Dalam kacamata ku kita cenderung bertahan pada pola pikir dan tingkah laku yang makin primitif, terlihat dari catatanku tadi mulai dari masalah sosial kemasyarakatan hingga  hukum ternyata “tahun baru, harapan baru” cuma sebatas slogan tak bermakna, hanya basa basi biar kelihatan bijak dan bermartabat, kata temanku yang disana: bicara bijak tapi tingkah masih kayak kanak kanak...mmmmm...!

Jaman sekarang, terutama di negeri ini banyak orang berebut ingin menjadi orang penting dalam kehidupan sehari-hari.  Ada berbagai motivasi yang diungkapkan. Berbagai usaha untuk ditempuh meraih keinginan untuk menjadi orang penting. Setelah meraih keinginan itu, orang merasa bahagia. Lalu yang jadi soal, apakah cukup orang menjadi orang penting dalam hidup ini?

Ketika orang hanya mengejar keinginan untuk menjadi orang penting, orang bisa menempuhnya dengan cara-cara yang tidak terpuji semisal memanfaatkan orang lain. Untuk itu, perlu kesadaran dalam diri kita tentang makna kehidupan ini.
Resolusi ku di tahun 2016 ini gak muluk muluk, ingin jadi orang baik saja, aku jadi ingat kata Kang Ebet Kadarusman (penyiar TV):  

“Memang baik jadi orang penting, tetapi jauh lebih penting untuk jadi orang baik.”.  
Ia menciptakan ungkapan yang menantang manusia untuk semakin menjadi orang baik dalam hidup ini. Soal baik buruknya diriku tentu bukan penilaian dari diriku sendiri.  Hal itu hasil dari penilaian  orang lain atas kinerja dan kegiatanku dalam hidup ini di suatu hari nanti.

Hanya dengan menjadi orang baik, mungkin aku mampu menjadi orang berguna bagi orang lain dan berbagi harapan dalam hidup ini. 

Doaku:  “Semoga Allah senantiasa memberiku Taufik dan HidayahNya”.

Selamat Datang di Tahun 2016, sukses selalu buat pembaca KD yang budiman.

Salam,


By: HM020116

Tuesday, 1 December 2015

Luka di akhir November .

Hari ini diakhir november, seharian kerja ku hanya tidur, bangun lalu tidur. Cuaca siang ini, hujan turun deras dan petir sambar menyambar diatas atap rumahku, rasanya sangat mencekam, ku pikir pasti sambarannya akan minta korban. ternyata bener apa yang ku pikir, ada satu trafo listrik di tepi jalan yang terbakar mematikan semua lampu di area tersebut.

Khusus hari ini aku tak berharap hujan turun dulu, meski perasaanku tak senyaman suasana yang ada saat ini. Aku butuh  cahaya matahari untuk menerangi pikiranku. Mulut boleh saja berkata; “Tak apalah aku tak bertemu si dia walau hanya ingin mendengar suaranya di bibir hand phone ku” tapi ternyata hati ku merasa tak  enak untuk menegurnya saat ini. Pasti yang akan kudengar kata kata yang bernada sumbang,  seperti biasanya  jika habis berdebat  panas  tentang hal yang kontradiktif maka dia akan menjawab atau bicara sekenanya saja (suka sebel juga kalau di gituin..)

Aah manusia, memang terlalu banyak menyembunyikan kebenaran didalam hatinya sendiri. Kadang membuat manusia yang lain semakin tak mengerti. Azhan Ashar berkumandang mengajak umat untuk sholat berjamaah, sebelumnya aku ambil wudhuk dulu. Biasanya kalau dah sampai masjid, jamaah yang duluan sudah menegakkan sholat. Lalu akupun berangkat ke mesjid dengan tergopoh gopoh dengan menggunakan payung.

Selesai sholat aku berdiri dulu di selasar masjid menunggu hujan sedikit reda, kadang aku sempatkan ngobrol  ringan dengan imam masjid atau jamaah yang aku kenal. Senang sekali berada di mesjid ini, masjid tempat aku menghilangkan beban pikiran dan mesjid juga memberi inspirasi hidup buatku. Tempat yang aku suka  mengalihkan pikiran sumpek  adalah pantai, pantai dan aroma laut memberi suasana  tenang dalam diriku. Di mesjid dan dipantai ini lah semua masalah hidupku sejenak bisa lupa. Apalagi angin lebih banyak berhembus dan membuat aku terkantuk kantuk dan kadang tertidur..hehehe. Terkadang aku juga suka melihat nelayan dengan anak istri mereka bekerja mengumpukan ikan tangkapannya  atau pengunjung yang melintas  bercanda dan bermesraan. Aku suka menebak apa yang mereka pikirkan dari tingkah laku mereka dan ini cukup menghiburku.

Bedanya di mesjid, biasanya setelah sholat isya, aku suka membantu penjaga masjid merapikan sajadah dan alquran di perpustakaan atau kadang diskusi dengan pak ustad. Semuanya semata meringankan beban pikiranku.

Hujan pun mulai reda, aku kembali pulang ke rumah. Aku baru menyadari hari ini akhir November dan esok  memasuki Desember. November telah memberi  luka dalam hatiku yang semestinya  memberi sesuatu yang menggebu tapi malah menguap  begitu saja dalam hidupku. Baru pertama kalinya aku bisa mengingat bulan ini sebagai bulan yang telah menghempaskan  harga diriku sampai di luar batas kesabaranku, pertemuan yang kuharap menjadi kenangan manis  telah di tercidera oleh sikap euforia individu. Dan menusuk juga kepada  orang yang  aku cintai selama hidupku. Beban kesalahan dan rasa sakit itu makin bertambah dalam diriku. Aku bukanlah type yang suka mencari identitas dari sohornya orang lain, tapi aku akan bahagia melihat orang lain sukses meraih kerja kerasnya selama ini. Aku bangga dengan kemampuan diriku sendiri bukan jadi bangga  dekat dengan orang yang dibangga kan orang lain. Semua hal di dunia ini bukanlah tujuan bagiku. Mengenali banyak orang semata untuk merangkai tali persaudaraan, hidup ini hanya sementara jadi yang ku perlukan adalah saling menghargai eksistensi  hidup masing masing. Yang aku tidak suka manusia yang sombong dan lupa dengan ketentuan Allah.

Di penghujung November  ini aku resah dan di selimuti  rasa salah. Ingin rasanya aku balikin waktu ini karena sebal. Agar goresan itu kembali utuh seperti semula. Aaahhh gak mungkin la yauu... itu  hanya mimpi... walau hanya pertemuan  singkat tapi tlah diperpanjang oleh kenangan buruk.. menyesal? Apa yang harus kusesali sekarang.. Aku harus menerima semua itu meski ketegaran hatiku jadi taruhannya. Sakit, perih, tercabik-cabik, tersayat-sayat. Oh Tuhan inikah rasanya berjalan diatas titian luka? Luka itu makin menganga manakalah dirinya  mengatakan “gak kebayang, gara gara  ditawarin sama kamu..malah perih yang kudapat..kenapa?”

Tidakkah dia tahu kalau hati dan bathinku juga terluka merasakan yang dia rasakan, dia salah menilaiku. Mungkin dia pikir aku akan berpihak, namun kenapa sebelumnya dia tidak terbuka bercerita padaku. Dan juga bertanya bagaimana sikapku? Karena saat itu yang terbayang dalam pikiranku soal sikapnya untuk menghindariku untuk bersamanya. Kubiarkan hati kecilku menjerit tanpa suara.....uuuh kenapa kok ada saja yang mengingatkan november ini  pada perihnya sebuah peristiwa.

Sesungguhnya aku semakin tak mengerti, perih macam apa yang Tuhan berikan padaku saat ini. Dan aku jadi membenci akhir November tahun ini.....


By: KT301112

Sunday, 2 August 2015

Life for Me

Hidup adalah Proses, Hidup adalah Belajar tanpa ada batas Umur tanpa ada kata Tua


Jatuh, berdiri lagi..Kalah, mencoba lagi..Gagal, bangkit kembali...



"NEVER GIVE UP".....Sampai TUHAN berkata : "WAKTUNYA PULANG"


Jika aku bisa jadi bagian dari dirimu..aku mau jadi air matamu,  yang tersimpan di hatimu, lahir dari matamu, hidup di pipimu, dan mati di bibirmu . 



Yakin sudah cukup mengetahui ? Atau masih penasaran untuk lagi ? 



Love isn’t hopeless. 



Dibutuhkan kesabaran hati dalam menempuh waktu untuk merubah kegalauan menjadi 


kemenangan. 


We never grow up. Cause the night is young. 



Pahami dulu sebelum menilai.



Only know you love her when you let her go. 



 Cinta itu makan. Dan menikmatinya pelan-pelan. 



Imperfections create character. 



Ikhlas berawal dari bagaimana kita bisa belajar untuk menerima perubahan hidup.



Like. Comes after being polite.


Cinta dan renjana. Selalu indah untuk menjadi sebuah cerita. 



Sometimes the best way to help someone is just to be near them. 



It’s just a matter of time until you can learn to trust again. 



If I lose myself tonight. It’ll be by your side.



Tiada lagi yang kuharap hanya kau seorang.



If you can’t forget them. Try erasing ‘em. 



Kita. Takkan menyerah. Kita. Takkan kalah. 



Imitation is the sincerest form of television.



Cinta itu seperti balon. Mesti ada usaha untuk membentuknya. 



Just give me one more chance to make it right



If we make each other happy then we just can’t lose. 



You ain’t ever gonna burn my heart out. 



Kalau dengan Bahasa Indonesia tidak bisa juga. Barangkali  pake  Bahasa Bulan. 

Arti kata lain dari Bahasa Cinta. 



What’s STOPPING you? (That’s right, NOTHING!)



Di dalam jiwa yang sehat. Terdapat cinta yang kuat. 



I believe that we never have to be alone



I’ll wait here for you. For I’m broken. 



Feel it in your mind. See it through your heart. 



Cinta itu kaya maling. Dateng enggak di-undang, pergi-nya meninggalkan kesan. 



Love is when someone that you love, accept your imperfections perfectly.



Loving you is like breathing, how can I stop? 



My love for you is a journey. Starting at forever and it ends at never. 



Ever lost and captured by your smile. 



There are far better things ahead than any we leave behind. 



When the wheels touch ground. And you feel like it’s all over. There’s another round for you. 



Mungkin aku tidak mengatakannya. Tapi aku yakin hati ini merasakannya. 



You’re gonna miss me when I’m gone. 


Kaku tak banyak bicara. Karena aku sedang banyak merasa.


Let me love you with all that I’ve got. 


Tak ada salahnya dengan menjadi biasa. Biasa berarti bisa menerima diri apa adanya.Karena cinta yang sebenar-benarnya cinta, tidak pernah memberikanmu ketakutan. Cinta selalu berikanmu keberanian. 

by ; HG2015, geryshafira,weebly.

Friday, 26 June 2015

Waiting for..

Mengapa harus menunggu? Karena walaupun kita ingin mengambil keputusan, kita tidak ingin tergesa-gesa. Karena walaupun kita ingin cepat-cepat, kita tidak juga  ingin sembrono. Karena walaupun kita ingin segera menemukan orang yang kita cintai, kita tidak ingin kehilangan jati diri kita dalam proses pencarian itu.

Pada akhirnya, lebih baik menunggu orang yang kita ingin kan, ketimbang memilih apa yang ada. Tetap lebih baik menunggu orang yang kita cintai, ketimbang memuaskan diri dengan apa yang ada...Tetap lebih baik menunggu orang yang tepat, Karena hidup ini terlampau singkat untuk dilewatkan bersama pilihan yang salah, karena menunggu mempunyai tujuan yang mulia dan misterius.

whisper,sh-google
Memang seeh kalo Bunga tak mekar dalam waktu semalam .., Kehidupan dirajut dalam rahim ibu selama sembilan bulan, 

AAAAhhhhhh...yaaa begitulah ,Allah lebh tahu apa yang kita butuhkan , Walau  untuk meraih hal yang indah dalam hidup ini selalu butuh waktu yang lama. (kok  doa nya memaksakan kehendak ya ??!!!    hehehehehehe...)
Dan penantian kita tidaklah pernah sia-sia.... Jika waktu untuk  menunggu membutuhkan banyak kekuatan  iman, keberanian, dan pengharapan – penantian itu  menjanjikan satu hal yang takkan dapat dibayangkan  oleh siapapun juga. Di dunia ini.

Pada akhirnya.

Tuhan dalam segala hikmat-Nya, meminta kita menunggu, karena alasan yang penting.  Cinta itu indah tapi yang indah-indah belum tentu  cinta...hehehehe..contohnya ???...cari deeech..

sf4567

Thursday, 5 March 2015

Cinta yang Telah Kau Beri....



Ada satu kisah cinta  yang panjang dari sebuah kehidupan:  Daffa dan Shifa, mereka adalah sahabat sejak kecil. Daffa  merasakan rasa yang lebih dari sebuah persahabatan terhadap Shiffa. Ya, dia tlah jatuh cinta sama Shiffa. Namun, semua itu dia pendam selama bertahun tahun. Apatah lagi dia tahu Shifa disukai oleh orang lain dan Shifa  pun menerima orang itu. Patah hatilah  Daffa sejak itu, namun dia tetap menjadi sahabat setia bagi Shiffa.
Perpisahan terjadi pada keduanya, karena Daffa  harus pindah ke Timur Tengah. Hal ini dikarenakan ayahnya menemukan pekerjaan yang lebih menjanjikan di sana. Inilah awal-awal surat Daffa  tentang  Shiffa , tentang masa kecilnya, masa indah bersekolah dan bermain bersama Shiffa yang tak terlupakan. Tak terhitung  surat yang dia tulis untuk Shiffa.

Sunday, 16 March 2014

Bunga Rampai Kata..


Aku tak mengerti ...
Apakah begitu sulit menjawab pertanyaan sederhana yang baru saja kusampaikan..."andaikan".....kau jawab "ngak"..kuberharap tegas "ya", tanpa kata kata..karena hal itu berarti bagi masa depanku untuk menunggu....!!
Waktu adalah besaran yang tidak akan memiliki nilai negatif, meski dipaksa dalam bentuk melengkung...andai saja waktu bisa terulang kembali..
"si cowok berusaha mengajak menikah kekasihnya tersebut, namun si cewek menolak ajakan, mungkin hatinya sudah terlanjur .....????..

Thursday, 1 August 2013

Ada kesabaran yang aku pertahankan.tapi di dalam hati ku,menangis....

Tulisan dan rangkaian kalimat pada catatan kali ini, ku awali dengan linangan air mata..Yaaah, karena aku telah menangis sebelum menulis di halaman ini. Aku menangis, karena aku pengen, itu saja. Dan kini, tetes bening hangat kehidupan masih tersisa di pipi ku. Sesekali, ia menderas, lalu berkurang lagi. Dan begitulah seterusnya. Ada beberapa bulir yang masih mengayut, menghangatkan pipi ku. Sedih, banget!
Entahlah, aku benar-benar dalam kondisi sangat bersedih, saat ini. Entah mengapa..mood is falling down.
Padahal, aku pikir tiada masalah apa-apa. Lalu, mengapa aku menangis, tiba-tiba tanpa aku menyadarinya?

Friday, 28 June 2013

Cerita Kehidupan

Kehidupan sehari-hari biasa berulang tanpa ada hal menarik. jika normal normal aja tanpa ada gempa atau tsunami maka suatu keadaan paling tidak/seharusnya masih ada yang bisa membuat tertarik.
Tapi hidup memang bukan cerita dongeng yang pada akhirnya akan berakhir dengan kata-kata :

“Hidup bahagia selamanya…”

Saturday, 15 June 2013

Booooring...deh.

Kehidupan sehari-hari biasa berulang tanpa ada hal menarik, jika normal normal aja tanpa ada gempa atau tsunami maka suatu keadaan paling tidak/seharusnya masih ada yang bisa membuat tertarik.
Tapi hidup memang bukan cerita dongeng yang pada akhirnya akan berakhir dengan kata-kata:

Monday, 18 February 2013

selalu kunanti


Setidaknya, aku lega sudah tak lagi menyimpan rahasia. Setidaknya, saat kau membaca ini aku takkan berhenti takkan berlari dan takkan mundur kembali.

Aku akan maju meski entah kemana. Tak seharusnya memang aku menakar-nakari kelakukanmu. Tak seharusnya aku bertingkah cemburu seperti ini.
Selamat menjalani percintaanmu dengan dia. Mungkin aku akan berdoa pada Tuhan agar dia bisa menjagamu dengan baik. 

Saturday, 24 November 2012

Ku tak ingin bergelut dalam cengkraman resah tak berwarna


Sudah kutelanjangi  rasa  yang kumiliki,

dihadapmu, robekan kisah lara, melantakan diri ku
pada tumpukan asa mengayuti jiwa.
Kisahku bak air garam yang kau tulis dalam kenang sejarah
tak terpikir dalam benakku, tangisku akan jadi nyanyian fals mu

Sunday, 7 October 2012

Biar postingku bicara,karena...


Suaraku tak mampu bunyikan konsonan kata...
Lidahku kaku tak bisa artikan makna, terkulum  untuk se saat
Aku ... tak bisa mengerti arahnya
Lama sudah menatih waktu mencatat kisah dalam ribuan kata,
menggurati setiap adegan rompong celah ditiap episode kehidupan
Tarian pena bertinta kusam jadi hiasan di akhir malam,tak jarang  hanya goresan garis
tanpa tanda tanya
Coretan  galau  itu tlah memenuhi satu halaman cerita sepanjang malam
Kadang  ada sepotong bait puisi cinta,untuk menutup kisah
Dan… lidahku tak kuperlukan lagi  ucapkan kata ,biarlah postingku bicara.
pada mu.

Saturday, 6 October 2012

Tak ada kata untukmu lagi, selain ...




Ku raih lagi serpihan kata yang terserak, dan rekatkan dalam roncean rasa berpigura harapan lalu kurekat di dinding hati...


Maafkan aku...
Aku masih saja mengingatmu ketika engkau telah merasa damai dalam pangkuan  masa, tak terjangkau waktu berlalu.
Yang lebih lagi, aku mengingatmu dengan sejumput  senyum lara
Ma'afkan aku...
Aku belum bisa melupakanmu setelah sekian waktu berlalu

Tak ada kata untukmu lagi, selain kata “Aku Masih Sayang Kamu”
Hanya itu yang melekat setia dihatiku,tak pernah sirna di dekapan waktu yang terluka

Di sini, di tepian senja ku berdiri, menantang fajar tuk tak tenggelam
Agar aku tak tenggelam dalam peraduan, dan tak terhanyut dalam impian

Aku mohon padamu, ma'afkan aku
Biarkan aku mengingatmu
Biarkan aku menyayangmu
Meski hanya lewat utas semasa waktu yang tersisa
Aku mengerti jika itu yang harus ku hadapi
Keyakinan hati tak kan habis di lerai waktu…