Showing posts with label Umum. Show all posts
Showing posts with label Umum. Show all posts

Saturday, 26 January 2019

Hidup Susah, Kok nanya Google...

"Mengapa hidup saya susah dan pas-pasan?”
Sapei nulis di Google searching....

Lalu temennya si Sapei nyeletuk;

Lha...kalau hidupnya susah, ngapain harus nanya ke Google yaa?
Maing coba nimbrung menjawab omongan si Sapei:
Bro...nasib seseorang kadang bisa ditebak dari soal yang amat sederhana: Apakah ia bekerja di Bank Indonesia, Pertamina atau Astra Internationl atau di PT. Masih Malu Malu atau PT. Pengen Order.

Kalo gitu kenapa tidak bisa diterima bekerja di perusaahaan bonafid dengan gaji manajer yang tembus Rp 30 juta per bulan (seperti di Unilever, Bank Danamon, atau Pertamina)? Gerutu Sapei sambil ngisep bako gulung daun jagung dalem dalem....

Kata Maing, yaaa jawabannya balik lagi ke: Kompetensi. Jangan bilang nasib ya mas broo.
Nasibmu redup karena ya memang kompetensi-mu alakadarnya...bukan salah presiden muu, apalagi orang lain!

Kalo kamu usaha sendiri atau wiraswasta, hidup pas-pasan, bahkan dikejar-kejar debt collector, ya karena bisnismu gagal tho lee nyungsep ke comberan. So siapa bilang jadi entrepreneur itu enak? Enak dari Hongkong?

Lalu kenapa bisnisnya gagal? Pertama-tama karena memang produk atau layanan yang dijual ente abal-abal. Gak punya konsep yang jelas. Atau bahasa kerennya, tidak punya uniqe selling propositions.

Ini problem utama bagi yang mau bikin bisnis sendiri. Produk atau layanan yang mau dijual tidak disiapkan dengan matang, dengan perencanaan konseptual yang jelas.

Disinilah sejatinya ujian paling nyata bagi kemampuan kreatifitas dan kompetensi calon great entrepreneurs yang baik..timpal si Maing nyindir Sapei yang lagi plangak plongok...

Bisnis atau usaha ya harus punya planning bisnis, gak cukup cuman semangat doang bro, apalagi janji capres buat ngejagain bisnis mas bro Sapei bisa maju dan kaya mendadak..hehehe...

Semua hal terpulang dari kemampuan mas bro meningkatkan kesejahteraan nya sendiri..negara cuma ngatur biar warga-nya nyaman berusaha di negara ini... :) :)


By:admin

Saturday, 1 September 2018

Berjuang Sepenuh Hati Demi Martabat Negara Tercinta.

Asian games yang diadakan tiap 4 tahun ini sedang berlangsung di Indonesia selaku tuan rumah, tepatnya Palembang dan Jakarta dari tanggal 18 Agustus s/d 02 September 2018.

Mulanya masyarakat terlihat tidak begitu antusias mendukung event olahraga ASIA ini.. entah kenapa ya, padahal ini adalah event olahraga antar negara Asia. Yang mereka bicarakan hanya soal kali item, jaring oksigen, trotoar, dan ujung ujungnya berbau politik praktis yang membuat sempitnya rongga logika berpikir.

Begitu event Asian Games dibuka yang disiarkan melalui media massa dan tentu saja  menjadi trending topik, barulah masyarakat berani menyibakkan selimut logikanya melihat keriuhan bangsa Asia yang akan berkompetisi mengangkat martabat bangsanya.

Kita semua tahu kalo bangsa Indonesia saat ini dikondisikan oleh kaum politisinya untuk berpikir soal kekuasaan kelompok semata, bukan soal berjuang untuk mengangkat martabat dan harga diri bangsa di mata dunia.
Dan sangat disayangkan ada saja segelintir masyarakat, mungkin saja kelompok masyarakat yang mencari cari kesalahan dan kelemahan penyelenggaraan sebagai upaya kepentingan politik semata.

Jujur saja, saya tidak begitu suka nonton acara olahraga. Menonton event olahraga internasional seperti Asian Games, Sea Games atau Olympiade jarang sekali, tapi sekarang malah antusias juga nonton meskipun hanya dari televisi, ini juga setelah nonton acara opening ceremony yang begitu menakjubkan, hal ini yang membuat saya suprise kalau pemerintahan presiden Jokowi bisa menyelenggarakannya untuk menaikkan harkat dan martabat serta kebanggaan bangsa Indonesia dimata dunia khususnya Asia..dan saya  apresiasi untuk event besar ini.

Utut Adianto, Wakil Ketua DPR - RI yang juga mantan atlet catur bergelar grandmaster mengatakan bahwa kepedulian dan kesiapan Indonesia dalam event Asia menunjukkan keberpihakan pemerintah terhadap dunia olahraga. Dan inilah momentum yang membanggakan kita sebagai bangsa yang besar.
Dengan infrastruktur yang disiapkan, kita sejajar dengan bangsa-bangsa maju yang lain.

Kata founding father kita bahwa: Olahraga itu alat "perjuangan bangsa Indonesia untuk memperkokoh persatuan nasional dan dapat memupuk rasa kebersamaan", juga bisa mendapatkan nilai tambah kegiatan ekonomi yang saat ini lesu.

Sesuai dengan tema Asian Games 2018 'energi of asia', bahwa Indonesia dan bangsanya menjadi energi dengan potensi dan kekuatan untuk menggerakkan asia dan bangsa-bangsa didalamnya, dengan diiringi latar unjuk kompetensi para atlit peserta Asian Games.
Secara tidak langsung juga negara bisa melakukan promosi tentang Indonesia dan sekaligus mengukur daya kompetisi atlet dalam meraih prestasinya. Kita semua tahu bidang olahraga selama ini kurang perhatian dalam pembinaan. Setiap event olahraga yang diikuti, sebagian besar tidak menunjukkan prestasi yang membanggakan.

Opening ceremony di gelora bung Karno tanggal 18 Agustus 2018 saya melihat dan dapat merasakan gairah dan semangat atlet peserta Asian Games 2018 ini sangat besar.
Seperti kontingen Korea Utara dan Korea Selatan, mereka sangat bersemangat setelah pemerintah masing-masing memutuskan kontingen mereka di bawah satu bendera.
Alhamdulillah berkat kerja bersama pemerintah dan pembinaan yang all out di seluruh cabang olahraga yang dipersiapkan menjelang Asian Games memberikan prestasi yang membanggakan dengan perolehan medali diurutan ke 4 (empat).
Dan ternyata dalam cabang olahraga (cabor) pencak silat kita bisa melihat dengan nyata tujuan dari olahraga itu untuk memperkokoh persatuan nasional dan dapat memupuk rasa kebersamaan itu terlihat kekompakan tokoh bangsa yang akan bersaing di pemilihan presiden 2019  mendatang bisa berbincang akrab bersama dalam suasana rileks.

Kita berharap selanjutnya dalam berbagai event Internasional dapat diselenggarakan di Indonesia apalagi pemerintahan sekarang ini sudah membangun sarana dan prasarana modern di seluruh wilayah Indonesia agar bisa meningkatkan nilai tambah ekonomi di bidang non migas dan bidang industri kreatif serta ekonomi kemandirian umat.

Dengan terselenggaranya event Asian Games 2018 kita bangsa Indonesia menjadi percaya diri untuk menjadi energi of Asia, bahwa INDONESIA BISA  !!!!

Semoga

NB: Artikel ini sudah tayang di #IndoVoices 01092018

Monday, 15 January 2018

*Sorry bro & Sista, enyahkan sampah hoax mu dari ruang pribadi ku..* please deh...!!!

Kita ini selaku manusia punya hasrat dalam mengaktualisasikan diri. Dan manakala  ekspresi itu keluar dari diri kita cenderung konyol dan lucu. Termasuk dalam menggunakan media sosial pada jaman now ini tidak lain hanya untuk pamer untuk menggenapi hasrat narsis belaka...you know not?

Pamer itu salah satu kebutuhan untuk menunjukkan keberadaan kita sebagai pribadi, dan media sosial-lah yang bisa menjadi wadahnya.

Setahun belakangan tepatnya di tahun 2017 sebelum dan sesudah pilkada DKI yang _*super dramatis*_ itu membuat ruang media sosial ini menjadi rusak bukan karena laku pamer atau narsisme tadi. Namun, pangkal masalahnya adalah sampah media bernama *hoaks*, lalu egosentrisme pada pendapat pribadi, termasuk pergunjingan yang mubazir hingga perundungan (membully) yang berujung pada umbar kebencian yang bertumpuk bahkan membakar  selasar dinding ruang pribadi jejaring sosialku ini.

Lancang sekali kalian dan tak sopan cara kalian masuk ke ranah pribadi kami.

Lebih sadisnya lagi kalian jadikan ruang media sosial kami untuk membunuh karakter seseorang. Dalam bentuknya yang paling tak beradab, masalah-masalah tadi jadi  terakumulasi dalam satu rumpun ke kurang ajaran yang sama, yakni *ujaran kebencian* Uuuuhhh.

Ruang media sosial kami pun menjelma jadi ring tinju antar-ego pribadi kalian dan kami pun terpancing emosi juga.

Pada awalnya kami komunitas medsos sangat bersyukur, karena media sosial telah banyak berjasa memangkas jarak-jarak sosial yang dulu mustahil ditembus.

Tapi ya udah deh, cukup-lah sudah dengan semua peristiwa yang menggelapkan keluhuran akhlak dan martabat kemanusiaan hingga membuat media sosial menjadi wadah yang tak ramah dan menyeramkan bagi kami semua.

Orang-orang di dunia nyata kemungkinan besar bisa baku hantam beneran,  hanya karena perkara postingan dan membuat beberapa foto.

Bahkan mereka bisa saling lapor ke polisi agar salah satu pihak bisa mendekam di penjara..sereem kan?

Ku  harap, yuuuk marilah kita kembalikan fungsi media sosial ini kepada fitrahnya yang semula:
*narsis alias pamer aja... deh...!

Sekarang dan saat ini juga kupinta tolong enyah kau keluar dari ruang pribadiku bersama sampah hoaxmu itu.

Agar media sosialku menjadi ruang  pribadi yang paling menyenangkan dan menggenapkan eksistensiku yang cinta damai. Tak perlu malu atau naif bro & sista, toh pamer makanan enak atau tempat wisata yang indah dan sekali waktu saling nasehat menasehati itu akan lebih berfaedah ketimbang pamer kebencian dan adu domba....setuju khan ?

Kita tentu tak mau ruang sosial kita yang menyenangkan ini berbagi dan menjadi latar *_propaganda_* . Apa lagi didesain oleh orang-orang culas dan jahat yang punya kepentingan merusak moral bangsa.
Karena pada akhirnya kegiatan itu justru akan menghilangkan kenikmatan kami saat memasuki ruang pribadi kami di media sosial.

Bukankah media sosial juga berfungsi agar kita semua gampang tersenyum saat dilanda penat?

Ketika kebutuhan fisiologis, keamanan, cinta, dan penghargaan sudah terpenuhi maka setiap manusia itu berhak atas  hasrat mengaktualisasi kan dirinya...dan kurasa  kebutuhan  saat ini justru terbalik ya..hehehe..

Sekali lagi, please...mari kita saling menghargai dan saling melengkapi agar hidup yang sudah susah jangan ditambah susah lagi.. terimakasih...

support by Kang Oi Aja.

Friday, 5 January 2018

Tanah Rantau Sekolah Kehidupan

Pergi dari rumah dan keluar kampung, awal proses menjadi perantau adalah SIKAP MENTAL REVOLUSIONER untuk pembebasan wawasan dan penguatan identitas diri.

Bebas untuk menemukan cara berpikir baru, kebiasaan-kebiasaan baru, tanggung jawab-tanggung jawab baru (atau mungkin juga untuk tidak bertanggung jawab.. hahaha).

Dengan merantau, individu memiliki kekuatan, juga tanggung jawab penuh terhadap diri sendiri, terhadap identitas diri.

Menjadi perantau adalah melepaskan segala ekspektasi dan tekanan masyarakat, dan tumbuh tanpa kekhawatiran.

Menjadi perantau adalah soal menemukan diri sendiri. Merantau adalah proses membongkar diri sendiri. Seperti mengambil jarak terhadap diri, lalu menimbang-nimbang, menilai-nilai, menambah-mengurang, lalu membentuk lagi si diri. Tak ada keluarga yang ikut campur secara langsung.

Setiap individu bebas membentuk diri, sekaligus bertanggung jawab penuh atas diri bentukannya tersebut.

Itu yang dikatakan temanku *Rika Nova* dalam blognya ketika dia memutuskan untuk hidup jauh dari orang tua.

Sejatinya saya tidak ingin berada dalam situasi ini, jauh dari keluarga, teman, dan tempat-tempat yang memberi saya rasa aman ketika berada di sana.

Kita hanya dekat dengan sesuatu yang kita sukai. Dan seringkali kita menghindari sesuatu yang baru.

_Tapi orang-orang yang berhenti belajar akan menjadi pemilik masa lalu_

Memulai sesuatu yang baru selalu tidak mudah. Lebih mudah meneruskan apa yang ada, walaupun tidak mudah hidup dalam kesulitan.

Hidup dengan orang tua di rumah membuat merasa aman, tapi kenyamanan membuat tidak berkembang. Bergerak adalah keharusan, meskipun tidak menjanjikan kemapanan.

Seiring waktu kita semua akan terus  melangkah, melanjutkan cita cita yang sedang dalam proses, semoga Alloh meridoi apa yang kita rencanakan ditahun 2018 lebih baik lagi ~

Thursday, 22 December 2016

MENDIDIK DENGAN BIJAK dan BIASA

Pendidikan anak merupakan tanggung jawab bersama. Tidak bisa diserahkan kepada sekolah sepenuhnya, guru dan orang tua harus bersama – sama mendidik anak. Baik pendidikan akademis, karakter dan lainnya. Orang tua yang bijak akan selalu turut serta menjadi “guru” dalam setiap perjalanan anak.

















sumber : Lifehack.

Monday, 28 November 2016

GLOBALISASI DAN KETIDAK SABARAN

Kalau kita hidup di Jakarta atau wilayah jabodetabek, gak usah heran kalau masalah macet di jalan takkan pernah tuntas walau udah berkali-kali ganti Presiden, Gubernur atau Bupati, kita masih ngeliat tu orang masuk kereta desak-desakan. Motor di jalanan semrawut gak karuan.

Soalnya orang Jakarta atau jabodetabek gak bisa liat ada celah dikit, pasti langsung disikat. Namanya juga Jakarta, se-jago apapun pimpinan daerahnya  tetep aja kekal macet, selama persaingan masih jadi budaya, gak akan ada celah yang gak disikat. Keras ..emang !!..dan sekarang penyakit gak sabaran ini sudah menulari kota kota seluruh  Indonesia...

Bayangkan setiap hari baik itu berangkat kerja atau urusan apa saja anda berhadapan dengan beribu-ribu orang yang juga sibuk dengan urusannya masing-masing dan berusaha untuk mencapainya tepat waktu. Mereka main senggol, menyerobot,  tidak pedulikan orang lain, tidak pedulikan lampu merah, wuuiiiihhh edannya lagi..dari arah yang berlawanan seorang pengendara motor dan angkot (musuh utama bagi setiap pengendara motor & mobil)  saling bahu membahu seperti tidak mau kalah  berpacu (mungkin angkotnya merasa tertantang, saya gak tahu deh.....hahaha).

Gak Sabar, kenapa begitu yaa? Entah karena stress melihat orang-orang gak mau mengalah alias antri atau karena faktor mental kalee ya? Timbulnya sifat individualistis selalu kita temui yang jelas (hampir) dari kita semua termasuk ane juga ..telah menjadi bangsa yang paling tidak sabaran!!! ...karena sifat egoistis di kepala akhirnya timbul stress dan gak heran emang dalam keadaan seperti itu semua orang jadi gampang marah...lalu marah merebak gak cuma ada di diri sendiri tapi sudah meluas ke segala bidang kehidupan...!! Gak dapet duit marah, gak menang ya marah doong, gak dilayani juga marah, gak di segerakan tuntutannya juga marah, berdiskusi apalagi berdebat juga marah...saking marahnya eeehh malah ngajak temen buat naikin level kemarahannya...biar semua orang di dunia ini tahu kalau marah itu sebuah solusi cepat mencapai keinginan...!!!

Bicara soal solusi cepat, jadi inget semboyan ‘Revolusi Mental’, saya tergelitik sekaligus gerah mendengarnya karena kata revolusi mengingatkan kondisi horor..tapi emang itu ada benarnya juga sih. Mental orang Indonesia harus segera di revolusi, kayak mental jorok, gak tertib hukum, serba instan, dan mental mata duitan kayak korupsi, pungli dan sejenisnya lalu ada lagi mental suka berkhayal alias pake narkoba, sekali lagi revolusi itu merubah keadaan secara cepat. Jadi perubahan mental mulai dari pemimpinnya sampe warga itu harus berubah jika ingin negara ini kuat dan mampu mendorong negara jadi lebih maju dan bermartabat. 

Ingatlah bahwa, kita saat ini sudah berada dalam zamannya globalisasi lho, saya kutip fenomena globalisasi dari buku Budiyanto, Pendidikan Kewarganegaraan, penerbit Erlangga bahwa; semua proses kehidupan sudah tak nampak batas yang mengikat secara nyata dikarenakan teknologi informasi dan komunikasi yang mengakibatkan  terjadinya proses;

Arus etnis ditandai dengan mobilitas manusia yang tinggi dalam bentuk imigran, turis, pengungsi, tenaga kerja, dan pendatang. Arus manusia ini telah melewati batas–batas teritorial negara.

Contoh masuknya tenaga kerja dari Tiongkok, Maroko, Nigeria, Amerika, dan lain sebagainya, jadi gak ada lagi kata "takut atau kata mengusir orang asing" tapi kita harus siap bersaing dan pemerintah pun siap mengelola dan membuat peraturan hukum yang melindungi kesejahteraan bangsa.

Arus teknologi ditandai dengan mobilitas teknologi, munculnya multinational corporation dan transnational corporation yang kegiatannya dapat menembus batas–batas negara.

Arus keuangan yang ditandai dengan makin tingginya mobilitas modal, investasi, pembelian melalui internet, dan penyimpanan uang di bank asing.

Arus media yang ditandai dengan makin kuatnya mobilitas informasi, baik melalui media cetak maupun elektronik. Berbagai peristiwa di belahan dunia seakan-akan berada di hadapan kita karena cepatnya transfer informasi.

Arus ide yang ditandai dengan makin derasnya nilai baru yang masuk ke suatu negara. Dalam arus ide ini muncul isu-isu yang telah menjadi bagian dari masyarakat internasional. Isu-isu ini merupakan isu internasional yang tidak hanya berlaku di suatu wilayah nasional negara. (Budiyanto 150 – 151:2007) Buku;  Pendidikan Kewarganegaraan. Jakarta: Erlangga

Banyak hal yang akan terjadi dalam proses globalisasi, dari yang negatif sampe hal hal positif yang bisa dilakukan dan tentunya lebih bermanfaat. seperti berkarya dan berinovasi untuk menciptakan teknologi tepat guna sangat mungkin dilakukan, banyak potensi masyarakat  Indonesia yang mampu menciptakan teknologi atau cara mencari alternatif baru yang sangat berguna dalam bidang apapun, tentu kita berharap pemerintah mendukung masyarakat baik itu peraturan maupun memberi dukungan nyata dalam fasilitas usaha serta  teknologi tidak sebatas bentuk fisik saja.

Dan yang paling penting lagi nih, menghadapi globalisasi harus bisa  merubah pola pikir agar bisa mengimbangi pengaruh kekuatan budaya bangsa lain akibat dari arus globalisasi, kita harus bisa menguasainya atau justru kita yang akan dikendalikan. 

Kita kendalikan arus globalisasi itu dengan cara memahaminya, menganalisa nya, baru kita memanfaatkannya untuk melakukan hal positif, berkarya dan ber-inovasi dalam bidang teknologi misalnya, adalah salah satu contoh memanfaatkan arus globalisasi dan menggunakannya untuk meningkatkan potensi diri, selain berguna untuk diri sendiri, kita bisa memanfaatkan teknologi informasi ini untuk turut berperan melestarikan budaya nasional melalui media teknologi, memanfaatkan internet untuk meningkatkan potensi produk lokal agar bisa lebih dikenal, dan menciptakan berbagai teknologi atau aplikasi tepat guna untuk membantu proses perkembangan bangsa Indonesia ke depannya.

Akhirnya, dari berbagai fakta yang ada bahwa kita semua dimulai dari lingkungan keluarga "hukumnya wajib" untuk menjaga nilai nilai agama, ideologi negara dan budaya bangsa menjadi wujud JATI DIRI MANUSIA INDONESIA.

Selamat berjuang dan berkompetisi dalam kesabaran untuk menghadapi tantangan di era globalisasi. 


"Hidup yang tidak dipertaruhkan tidak akan pernah dimenangkan" 
- Soetan Syahril (5 Maret 1909 - 9 April 1966) -

By: Adm







Friday, 4 November 2016

PERSEKONGKOLAN YANG TERENCANA.

Kata Kolusi santer jadi obrolan yang riuh sejak era reformasi 1998 bergulir. Kolusi ini lebih ditujukan pada orang orang yang mempunyai kedudukan di birokrasi negara, namun sebenarnya kata kolusi ini bisa lebih luas lagi pengggunaannya di dalam kehidupan sehari hari. Banyak kasus yang merugikan dalam kehidupan sosial, politik dan ekonomi masyarakat seperti kasus pungli, suap dan menilep uang negara, merongrong kebijakan pemerintah, membuat isu negatif, teror dan   juga persengkokolan dalam organisasi dan aktifitas masyarakat yang merusak tatanan hidup bernegara, semua itu berawal dari KOLUSI.

Kolusi itu tindakan persekongkolan, persekutuan, atau permufakatan untuk urusan yang tidak baik. Pengertian ini muncul dari bahasa Latin collusio yang artinya persekongkolan untuk melakukan perbuatan tidak baik.

Dalam bahasa Inggris kolusi ditulis collusion yang juga berarti persekongkolan. 
Dalam Webster Dictionary, disebutkan bahwa, kolusi adalah persekutuan rahasia secara tidak jujur di antara orang-orang yang terlibat dalam suatu urusan.

Menurut UU No. 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggara Negara Yang Bersih dan Bebas Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme, kolusi diartikan: "Permufakatan atau kerjasama secara melawan hukum antar-Penyelenggara Negara atau antara Penyelenggara Negara dan pihak lain yang merugikan orang lain, masyarakat, dan atau Negara" (Pasal 1 Angka 4).

Kolusi itu merupakan kegiatan  yang tersusun dan terencana serta dilakukan secara tersembunyi dan berkelompok yang pada ujungnya berbagi kekuasaan.

Contoh..sederhananya sebuah Kolusi:  

Dalam rapat musyawarah untuk mengambil kata sepakat....kamu dan teman-temanmu bersekongkol untuk menjatuhkan orang atau mempengaruhi keputusan itu.

Perbuatan kolusi ini, berakibat pada:

a. pemasungan tumbuhnya budaya demokrasi dan tranparasi
b. mengganggu hak asasi manusia
c. merosotnya nama baik bangsa dan negara
d. pemerintah menanggung kerugian akibat timbulnya krisis multidimensi dalam kehidupan masyarakat.

Semoga kita terhindar dari perbuatan yang tidak terpuji ini....


By: Ay


Sunday, 30 October 2016

Persepsi Kita Gak Akan Pernah Sama

Banyak di antara manusia yang tidak mampu berlapang dada menerima pendapat orang lain meskipun dia memiliki pendapat sendiri, tidak peduli dalam berbagai urusan. Pedagang dengan cara pedagang, agamawan dengan cara agamawan, dan lain sebagainya.


Berbeda pendapat itu sangat baik, karena ia mencetuskan idea yang berlainan, cara fikir yang berbeda, pengetahuan yang luas menentukan jati diri seseorang.




Sesungguhnya, "ikhtilaf / perbedaan pendapat itu rahmat".


Menjadi rahmat itu apabila masing-masing berbesar hati menerima dan bersedia berdebat dengan argumen ilmiah tanpa di dorong nafsu amarah.


Jika terjadi perbedaan, hatinya cepat marah. Maka orang-orang cerdik mengatakan : "ketel yang kecil lebih mudah panas, begitu juga orang yang berhati kecil".

Kenapa harus merasa panas hati ketika orang lain berpendapat berbeda ???? padahal kita tahu bahwa pengalaman kehidupan manusia itu tidak pernah sama....


Sikap kita melambangkan siapa kita. Orang yang tidak bisa menerima pendapat orang lain, berarti dia orang yang berpikiran negatif dan senang marah. Orang begini tidak bisa bekerja secara berkelompok atau menghadiri pertemuan apa pun, karena pasti mendatangkan masalah.


What you see is what you get. Cerdik pandai pernah mengatakan :
"cara kita melihat menentukan siapa kita".
Sangat benar pendapat  begitu, karena seseorang yang membuat suasananya positif pasti akan melihat semua hal adalah positif.


Hadapilah perbedaan pendapat dengan senyuman niscaya masalah itu pasti senyum kembali kepada kita. Setidaknya kita tahu bahwa sudut yang kita ketahui sebenarnya memiliki sudut lain yang belum kita ketahui. Kadang-kadang kita tidak nampak dalam diri ada kekurangan, dan sebab itulah kita perlu teman untuk memberitahu.


Itulah adatnya ketika ada pemerintah pasti ada oposisi. Inilah fungsinya. Pemerintah yang tidak mampu menerima kritik oposisi adalah pemerintah yang lemah. Begitu juga dengan mahasiswa.


Sebagai kesimpulan, jadilah manusia yang cerdik dalam memberikan pendapat dan juga menerima perbedaan suatu pendapat. Lihat saja Umar dan Abu bakar, dua sahabat Nabi yang sangat di hormati, mereka dapat menerima satu sama lain meskipun memiliki banyak terjadi perbedaan pendapat. Mereka adalah manusia yang cerdik dan pintar.


Seharusnya orang yang ingin menjadi cerdik dan pintar meniru akhlak mereka. Mengakui kelemahan diri itu sebenarnya bukan hina malah itu lah sifat hamba yang saleh. Sebenarnya musuh yang paling hebat di dunia ini adalah diri kita sendiri. Orang lain tidak mampu membuat kita risau kecuali diri kita sendiri yang membuatnya risau.

Perdebatan itu memang salah satu teknik untuk memperoleh ilmu, tetapi bukan teknik utama seperti halnya argumentasi yang demonstratif, sebab perdebatan punya tujuan berbeda dengan argumentasi. Kalau argumentasi bertujuan membuktikan kebenaran pada lawan diskusi, maka perdebatan bertujuan mengalahkan lawan diskusi.

Namun, perdebatan berbeda dengan berbantah-bantahan, yang umumnya dilakukan secara ngotot dan berkeras kepala dalam mempertahankan pendapat sendiri. Akan tetapi, merupakan usaha atau teknik dalam adu pendapat dengan menyampaikan pikiran yang menggunakan premis-premis yang secara umum diakui dan terkenal kebenarannya untuk membuat lawan bicaranya kalah.

Karena perdebatan menggunakan premis-premis (statemen-statemen) yang bersifat diakui oleh umumnya orang atau lawan diskusi—walaupun belum tentu benar—, maka kita tidak perlu membuktikan lagi kebenarannya.

Ada beberapa manfaat perdebatan,  diantaranya adalah :

Untuk memperkuat pendapat sehingga lawan bicara menerimanya.
Untuk melatih akal berdalil dengan premis-premis yang ‘diakui’ dan ‘dikenal’.
Untuk memperoleh kebenaran dan keyakinan terhadap berbagai perselisihan yang terjadi.
Untuk memudahkan pencari kebenaran memperoleh kebenaran dari ilmu-ilmu yang dicarinya.
Untuk memperoleh kemenangan dalam adu pendapat.
Untuk memberikan alternatif dalam membuktikan kebenaran dengan cara yang lebih mudah.

Untuk menjaga diri dari pengaburan dan penipuan orang lain dalam berdebat.
Tetapi tidak semua perdebatan berguna dan mengantarkan orang pada kebenaran, bahkan ada perdebatan yang semakin menjauhkan orang dari kebenaran serta menimbulkan permusuhan, perdebatan seperti ini tidak diridhai Allah swt

Di dalam Al-Quran, terdapat ayat-ayat yang melarang perdebatan, pelarangan itu dikarenakan beberapa sebab :

Pertama, Berdebat untuk membela suatu yang sudah diketahui kebatilannya dengan niat untuk mengaburkan kebenaran Allah, seperti firman Allah, “Dan mereka berdebat dengan kebatilan yang dengannya mereka meruntuhkan kebenaran” (al-Mukmin 5)

Kedua, Berdebat tentang perkara yang sudah sangat jelas kebenarannya (badihi, self evident), yang tidakmembutuhkan argumentasipanjang lebar, “Mereka mendebat kamu dalam perkara kebenaran setelah jelas kebenaran itu” (al-Anfal 6)

Ketiga, Berdebat tentang sesuatu yang mana pihak yang berdebat sama-sama tidak mengetahui persoalannya, Allah berfirman, “Begininlah kamu, semestinya kamu berdebat dalam apa yang kamu ketahui, maka mengapa kamu berbantahan tentang apa yang kamu tidak berilmu padanya” (Ali Imran 66)

Keempat, Memperdebatkan ayat-ayat Allah yang sudah jelas, “Tidak ada yang memperdebatkan tentang ayat-ayat Allah, keuali orang-orang kafir Karena itu janganlah engkau terkecoh dengan berbagai aktivitas mereka di negeri-negeri” (Ghafir 4)

Kelima, Berdebat tanpa argumentasi, “(Yaitu) orang yang memperdebatkan ayat-ayat Allah tanpa sulthan (alasan) yang sampai kepada mereka, Amat besar kemurkaan (bagi mereka) di sisi Allah dan di sisi orang-orang yang beriman, Demikianlah Allah menguni mati hati orang yang sombong dan sewenang-wenang” (Ghafir 35)

Karena itu, dalam berdebat hindarilah kelima hal di atas, agar perdebatan itu semakin mengantarkan manusia pada jalan kebenaran, dan jika ada yang mengajak kita berdebat dengan tanpa ilmu, tanpa argumentasi, dan bukan untuk mencari kebenaran, maka sebaiknya dihindari saja dan tinggalkan. 
(hd,liputanislam,com)


Monday, 22 August 2016

PAJAK untuk Cinta kita pada Negara bro...

Dalam membangun hidup bernegara perlu biaya untuk melayani kepentingan masyarakat dalam mendapatkan kesejahteraan bersama. Prof. Dr. H. Rochmat Soemitro, SH mengatakan  bahwa  pajak itu suatu iuran rakyat berasal dari rakyat kepada kas negara yang mengacu atas dasar undang-undang yang bersifat dipaksakan dengan tanpa memperoleh pengeluaran umum. agar dapat membiayai segala pengeluaran rutin Negara dan surplusnya akan digunakan untuk public saving yang merupakan sebuah sumber utama dalam membiayai public investment.

Fungsi pajak bila dilihat dari kata kegunaan itu lebih cenderung kepada kegunaan pokok atau manfaat pokok dari pajak itu sendiri.diantaranya:

  1. Sebagai sumber dana bagi Negara
  2. Sebagai alat mengatur atau melaksanakan kegiatan pemerintah di bidang sosial dan ekonomi.
  3. Digunakan untuk membangun fasilitas umum yang dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat dan sebagai  stabilisasi ekonomi.


Alasan pemungutan pajak dari teori kepentingan, bahwa negara berhak memungut pajak karena penduduk negara tersebut mempunyai kepentingan pada negara, makin besar kepentingan penduduk kepada negara maka makin besar pula pajak yang harus dibayarnya kepada negara.

Negara satu-satunya badan atau pihak yang memiliki hak untuk dapat memungut pajak. Pajak tersebut mesti berupa uang, dan bukanlah dalam bentuk barang (goods).  Artinya pajak itu bisa dimaknai sebagai bentuk balas jasa yang sudah diberikan oleh masyarakat untuk pemerintah berdasarkan fasilitas-fasilitas yang bisa kita nikmati untuk bisa hidup layak dalam suatu negara.

Mari kita uraikan soal public saving dan public investment.

Public saving adalah pendapatan pajak yang tersisa pada pemerintah setelah di kurangi pengeluaran pemerintah. Dengan adanya tabungan (saving) ini memungkinkan terjadinya penanaman modal,  dimana penanaman modal akan memperbesar kapasitas produksi ekonomi (tanpa sektor luar negeri) dalam kondisi full employment  dan tanpa mobilitas capital,  tabungan menjadi penting bagi pertumbuhan dan pembangunan ekonomi, yang mekanismenya  lewat pertumbuhan investasi.
Bagian dari pendapatan yang dapat dibelanjakan tapi tidak dikeluarkan untuk konsumsi merupakan tabungan masyarakat (public saving). Penggabungan antara tabungan masyarakat dan tabungan pemerintah dapat membentuk tabungan nasional yang merupakan sumber “dana investasi”.

Public Investment, adalah investasi atau penanaman modal yang dilakukan oleh pemerintah, baik pemerintah pusat maupun daerah yang sifatnya resmi, bertujuan melayani dan menciptakan kesejahteraan bagi rakyat banyak.
Kesejahteraan masyarakat suatu bangsa secara umum tergambar oleh “Produk Domestik Bruto” (PDB), atau Gross domestic product (GDP), yang dihasilkan oleh Negara tersebut. Semakin tinggi PDB, semakin sejahtera masyarakatnya. Dengan demikian, maka tingkat kesejahteraan masyarakat berkaitan erat dengan perkembangan investasi, yaitu berupa “penciptaan nilai tambah (value added)”

Pemerintah mempunyai peranan penting dalam pengembangan investasi nasional, baik yang dilakukan oleh negara melalui APBD berupa investasi publik, maupun investasi yang dilakukan oleh swasta (private), domestik, maupun asing. Maka peran ini tidak boleh hilang, dibatasi atau tidak bisa dihalangi atau dihilangkan oleh alasan globalisasi, atau perdagangan bebas, ataupun alasan lainnya karena hakikat bernegara ada tiga hal yaitu adanya:
  1.  Wilayah
  2.  Rakyat yang diperjuangkan kepentingannya. 
  3.  Pemerintah yang berdaulat, baik ke dalam maupun ke luar

Jadi berdasarkan fungsi dari penyelenggara Negara itu untuk kesejahteraan dan keadilan masyarakat, maka pemerintah tidak boleh menyerahkan perkembangan investasi kepada mekanisme pasar atau pihak swasta saja. Namun harus mengatur dan mengawasinya.
Untuk mengenal jenis pajak yang dipungut oleh pemerintah ke masyarakat didasari subjek dan objek pajak, antara lain:

Pajak tidak langsung.

Pajak tidak langsung  yang dikenakan wajib pajak hanya kalau wajib pajak melakukan suatu bentuk perbuatan atau peristiwa tertentu. Oleh sebab itu, pajak tidak langsung itu tidak bisa dilakukan pungutan secara berkala, pajak hanya dapat dipungut kalau terjadi peristiwa atau perbuatan tertentu yang dapat menimbulkan kewajiban dalam membayar pajak.

Contohnya; Pajak penjualan dari barang mewah, pajak tersebut hanya dapat dikenakan, kalau sudah ada wajib pajak yang telah melakukan penjualan terhadap barang mewah.

Pajak langsung

Pajak langsung yang dikenakan secara berkala pada wajib pajak tersebut dimana berdasarkan adanya surat ketetapan pajak yang telah dibuat besarannya oleh kantor pajak.Pajak langsung ini mesti dipikul secara sendiri-sendiri oleh si wajib pajak, sebab pajak tersebut tak bisa dialihkan untuk pihak lain, berbeda halnya dengan pajak tidak langsung yang memang bebannya dapat dialihkan untuk pihak lain.

Contoh pajak langsung yakni pajak penghasilan dan PBB atau Pajak Bumi dan bangunan.
Kemudian ada yang disebut pajak daerah dan pajak negara.

Pajak Negara

Pajak negara ialah suatu pajak yang diperoleh atau dipungut oleh pemerintah pusat lewat aparatnya yakni dirjen pajak, dirjen bea dan cukai dan kantor inspeksi pajak yang sudah tersebar di seluruh indonesia.

Contoh pajak negara yakni pajak pertambahan nilai, pajak bumi dan bangunan, bea perolehan hak atas tanah dan bangunan, bea materai, pajak penjualan atas barang mewah dan pajak penghasilan.

Pajak daerah

Pajak daerah ialah suatu pajak yang telah dipungut oleh pihak pemerintah daerah dan terbatas di rakyat daerah itu sendiri, baik yang telah dilakukan oleh Pemda tingkat I maupun pada Pemda tingkat II.

Contoh pajak daerah yakni pajak hotel, pajak restoran, pajak sarang burung, pajak hiburan, pajak televisi dan pajak radio.

Kalau ditinjau dari objek dan subjek pajak.

1.    Pajak subjektif

Pajak subjektif, yakni  pajak yang pada pemungutannya itu berdasarkan atas subjeknya atau orangnya, dimana pada keadaan diri pajak itu bisa mempengaruhi jumlah yang mesti dibayar. Contoh pajak subjektif;  yakni pajak kekayaan dan pajak penghasilan.

2.    Pajak objektif

Pajak objektif, yakni  pajak yang pada pemungutannya itu berdasarkan dari objeknya. Contoh pajak objektif; yakni pajak impor, pajak kendaraan bermotor, pajak bumi dan bangunan, bea materai, bea masuk dan pajak kekayaan dan sebagainya.

Meski kita merasa cinta tanah air dan berjiwa patriot pembela bangsa dan negara, tidak semua kita diwajibkan "membayar" pajak (meski dalam ranah aturan formal, boleh jadi ia hanya terikat kewajiban "melapor"). Siapa dan setelah kapan kita diwajibkan membayar pajak ditentukan dalam UU materil pajak itu sendiri (UU PPh) dan kemudian tata caranya ditentukan dalam UU formal pajak (UU KUP).

Jika kita merasa sebagai "orang pribadi" atau "manusia" yang yang bertempat tinggal di Indonesia, orang pribadi yang berada  di Indonesia lebih dari 183 (seratus delapan puluh tiga) hari dalam jangka waktu 12 (dua belas) bulan, atau orang pribadi yang dalam suatu tahun pajak berada di Indonesia dan mempunyai niat untuk bertempat tinggal di Indonesia, maka kita boleh disebut sebagai "Subjek" pajak, yakni siapa-siapa yang pada suatu saat akan diwajibkan membayar pajak. Hal ini juga berlaku bagi suatu harta waris yang belum sempat dibagikan. (Pasal 2 UU PPh)

Si-Subjek Pajak ini akan jatuh pada kewajiban "membayar" pajak jika ia mendapat/memperoleh  penghasilan. Penghasilan itulah yang menjadi "Objek" pajaknya.

Apa yang dimaksud dengan  "penghasilan" itu? Yaitu setiap tambahan kemampuan ekonomis yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak, baik yang berasal dari Indonesia maupun dari luar Indonesia, yang dapat dipakai untuk konsumsi (termasuk nyicil utang/leasing) atau untuk menambah kekayaan Wajib Pajak  yang bersangkutan, dengan nama dan dalam bentuk apa pun. (Pasal 4 UU PPh)

Nah, setelah memperoleh penghasilan pun belum tentu harus membayar pajak, karena untuk mengupayakan adanya rasa keadilan, si Subjek Pajak tadi harus dilihat perolehan objek penghasilan sampai dengan nilai PTKP (Penghasilan Tidak Kena Pajak)

Kita harus mengetahui "jurus" dasar menghitung pajak supaya kita tahu dan memahami dalam  mengidentifikasi: 

  • Siapa Subjek,
  • Siapa Objek, 
  • PTKP
  • Tarif atau formula atau rumus menghitung dan 
  • Tata cara/aturan main.


Artinya kita wajib membayar pajak yang terutang (yang kita hitung sendiri) sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan, dengan tidak menggantungkan pada adanya surat ketetapan pajak (penghitungan pajak oleh petugas pajak). (Pasal 12 UU KUP)

Inilah yang membedakan PPh dengan pajak lainnya seperti pajak kendaraan dan PBB yang dhitung dulu oleh si petugas, baru kita bayar.

Dengan demikian, kita  dapat berlaku "jujur" dalam menghitung pajak kita sendiri itu seraya kemudian "ikhlas" akan hasil perhitungan tadi, harus berapakah pajak kita disetorkan sebagai bukti cinta dan bakti kita untuk NKRI ini.

Jika kita berlaku curang, maka sama saja kita dengan koruptor yang justru hampir tiap hari kita ikut mencaci dan menyumpahi mereka.

Menurut hemat penulis sebagai muslim, hendaknya kita bisa memenuhi hak dan kewajiban sebagai warga yang mencintai Negara kelahirannya, dan selalu berpegang teguh pada perintah Allah SWT:

"Dan sempurnakanlah takaran apabila kamu menakar, dan timbanglah dengan neraca yang benar. Itulah yang lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya." (QS. Al-Isra': 35)

Terakhir sebelum penulis akhiri tulisan ini, dalam beberapa waktu ini pemerintah sudah menggulirkan kebijakan “TAX AMNESTY” rasanya kita kadang suka merasa curiga dan antipati mendengar kata atau kalimat; pajak..pajak..pajak lagi deh…pemerintah kita ini kayak gak kreatif cari income bagi negara kecuali menambah sengsara masyarakat..” 

Padahal kita kadang suka berburuk sangka tanpa tahu apa tujuan dan maksud kebijakan ini. Penulis bukan petugas pajak namun ingin berkontribusi memberikan pemahaman yang penulis ketahui kepada pembaca. Agar pembaca memahami tujuan kebijakan pemerintah ini.

Arti sederhana dari “tax amnesty “ itu pengampunan pajak, artinya penghapusan pajak bagi Wajib Pajak (WP) yang menyimpan dananya di luar negeri dan tidak memenuhi kewajibannya dalam membayar pajak dengan imbalan menyetor pajak dengan tarif lebih rendah.

Jadi intinya bahwa, tidak semua yang ikut amnesty adalah pengemplang atau Wajib Pajak nakal. Kedua, uang tebus ini bukan tarif pajak normal, uang tebus ini adalah uang persentase terhadap aset yang belum pernah dilaporkan, sedangkan tarif pajak normal dikalikan dengan income yang diterima orang dalam setahun. Ketiga kebijakan tax amnesty ini selain untuk pemilik NPWP yang sudah menjadi wajib pajak bisa untuk memperbaiki atau mendeklarasi harta yang belum dilaporkan, dan juga bermanfaat untuk orang yang belum punya NPWP sehingga dia mulai catatan sejarah, catatan pajaknya dengan clear dan tidak dengan lagi catatan masalah di masa lalu lagi. Keempat, tax amnesty ini berlaku sampai September 2018 dan selanjut ada program “Voluntary Declaration”, dikutip dari http://www.kemenkeu.go.id/taxamnesty

Dengan dilakukannya tax amnesty ini, diharapkan para pengusaha yang menyimpan dananya di luar negeri itu akan memindahkan dananya ke Indonesia dan menjadi WP baru yang patuh sehingga dapat meningkatkan pendapatan pajak negara. Kebijakan ini sudah pernah di luncurkan di tahun 2008 ( sunset policy ).

Latar belakang kebijakan ini untuk menaikan penerimaan anggaran dalam APBN kita baik di tahun ini atau tahun-tahun sesudahnya yang akan membuat APBN kita lebih tumbuh berkelanjutan. Otomatis ini akan banyak membantu program-program pembangunan tidak hanya infrastruktur tapi juga perbaikan kesejahteraan masyarakat.

Semoga, kontribusi yang kita tunaikan untuk negara disambut dengan amanahnya pemimpin dan penyelenggara negara kita, sehingga tujuan mulia semua warga negara mengikat perjanjian kenegaraan untuk mensejahterakan kita bersama dapat tercapai.

Semoga.



By: EM

Sunday, 17 July 2016

Demam Game Pokemon Go Mulai Mewabah di Indonesia.

Globalisasi adalah satu fenomena umum di mana info serta hubungan bisa dengan gampang dibuka. Globalisasi dapat disimpulkan sebagai sistem penyebaran unsur-unsur baru baik berbentuk info, pemikiran, pola hidup ataupun tehnologi dengan cara mendunia. Seperti dua mata koin yang tidak sama, globalisasi menawarkan keuntungan yang begitu besar dalam perkembangan perekonomian dan budaya  satu negara namun disisi lain ada pula dampak negatif yang diakibatkan seperti lunturnya budaya mulia lantaran serbuan budaya baru dari luar. Arus globalisasi mempengaruhi selera, ekpresi, kepercayaan, media informasi, nilai-nilai, ilmu dan pengetahuan serta tehnologi itu sendiri.

Di sisi lain, globalisasi bisa menyebabkan tantangan baru untuk seseorang. Nah, pada saat ini sudah ada satu bentuk aplikasi trend game baru dari Nintendo yang mulai mewabah di seluruh dunia termasuk Negara kita. Ini contoh tentang efek globalisasi di sektor teknologi dan budaya Dengan beragam keadaan seperti itu, diakui atau tidak, di masa globalisasi ini ada fakta yang tidak bisa disangkal, yakni ada pertarungan peradaban. Kelihatannya, budaya Barat lah sebagai pemenang dari pertarungan itu. Hal semacam ini bisa dilihat dari tanda-tandanya kalau remaja pada saat ini demikian menggandrungi budaya impor yang datangnya dari Barat. Fenomena itu memperlihatkan kalau tehnologi komunikasi lewat media masa dapat mempengaruhi pola fikir individu serta masyarakat. Hal itu membawa konsekwensi dampak yang luas biasa positif ataupun negatif.

Kita pastinya tahu kalau sekarang ini tehnologi detik demi detik selalu dimutakhirkan, begitu juga dengan beberapa produk dari tehnologi itu  mengingat pola kehidupan manusia yang makin hari makin modern di tiap-tiap bidang. Oleh karena itu, pergantian mencolok pada tiap-tiap aspek kehidupan manusia terjadi bersamaan dengan canggihnya sistim perangkat tehnologi informasi termasuk teknologi game yang berbentuk card game, puzzle dan casual game dan sekarang ini game berkonsep augmented reality (teknologi yang menggabungkan benda maya dua dimensi dan ataupun tiga dimensi ke dalam sebuah lingkungan nyata tiga dimensi lalu memproyeksikan benda-benda maya tersebut dalam waktu nyata, sumber;  Wikipedia.org).

Kembali ke pokok bahasan kita untuk hanya membahas soal game yang lagi trend saat ini yakni “Pokemon Go”, permainan ini pertama kali  dirilis pada 6 Juli 2016 di Amerika Serikat. Menurut pendapat beberapa kalangan masyarakat, permainan Pokemon Go mengajak penikmatnya untuk lebih aktif beraktifitas dan ini cocok untuk kultur masyarakat kota yang back groundnya kerja kantoran “duduk” dan lebih relevan lagi bagi pencegahan kegemukan atau obesitas.

Aku setuju jika tubuh yang sehat itu memang kuncinya ada pada banyaknya aktifitas bergerak  karena akan membuat banyak kalori yang akan terbakar jadi tak heran jika jawaban nya “ada manfaat”  tentang game baru ini. Cuma kita butuh juga mempertimbangkan hal kesehatan mata dan factor psikiatrik alias gangguan pikiran, perilaku dan proses mental.

Untuk kita ketahui bahwa Game Pokemon Go ini memakai konsep teknologi augmented reality. Konsep pertama augmented reality dikenalkan oleh Morton Heilig, seorang cinematographer pada tahun 1950-an. Ketika itu Augmented Reality membutuhkan sebuah alat yang besar sebagai alat output. Alat output bisa dipasang ditubuh kita (dikenal dengan nama HMD, Head Mounted Device), ada juga yang berupa monitor, seperti monitor TV, LCD, monitor ponsel, dll. Alat HMD pertama kali ditemukan pada tahun 1968 oleh Ivan Sutherland dari Harvard University. Augmented reality dengan input berupa sensor GPS (Global Positioning System) atau disebut juga penyelarasan sinyal satelit diperkenalkan pada tahun 2003 dari hasil penelitian Loomis, dkk pada karya ilmiahnya Personal guidance system for the visually impaired using GPS, GIS, and VR technologies, pada tahun 1994.

Pada tahun 1996, Rekimoto dalam karya ilmiahnya Augmented Reality Using the 2D Matrix Code. In Proceedings of the Workshop on Interactive Systems and Software memperkenalkan marker 2D untuk pertama kalinya. Dua tahun kemudian AR toolkit, augmented reality library pertama kali diluncurkan oleh Kato.

Pada tahun 2009 Lab MIT(Mistry, dkk) meneliti sixth sense project dan Wear Your  World – A Wearable Gestural Interface dimana augmented reality ini di implementasikan pada kehidupan sehari-hari. Augmented Reality ini beda dengan Virtual Reality.

Virtual Reality itu yang memungkinkan pengguna bisa berinteraksi terhadap objek nyata yang disimulasikan menggunakan komputer atau handphone.  Cara kerja sistem ini: Pengguna memperhatikan suatu dunia semu, yang sebetulnya berbentuk gambar-gambar yang bersifat dinamis. Dengan media perangkat headphone atau speaker, pengguna bisa mendengar suara yang realistis. Dengan media headset, glove dan walker, semua gerakan pengguna dipantau oleh sistem kemudian sistem memberikan reaksi yang sesuai. Sehingga seolah-olah pengguna merasakan sedang berada pada situasi yang nyata, dan dapat dirasakan baik secara fisik maupun psikologis.

Contohnya, seorang calon pilot dapat menggunakan VR untuk simulasi penerbangan menggunakan komputer khusus untuk melakukan ujian.

Sedangkan Augmented Reality atau Realitas Tertambah adalah teknologi yang menggabungkan benda-benda maya (baik berdimensi 2 dan/atau berdimensi 3) dan benda-benda nyata ke dalam sebuah lingkungan nyata berdimensi 3, lalu memproyeksikan benda-benda maya tersebut dalam waktu nyata agar terintegrasi dan berjalan secara interaktif dalam dunia nyata. berdasarkan deteksi satelit/citra, dan citra yang digunakan adalah marker. Prinsip kerjanya adalah kamera yang telah dikalibrasi akan mendeteksi marker yang diberikan, kemudian setelah mengenali dan menandai pola marker, webcam akan melakukan perhitungan apakah marker sesuai dengan database yang dimiliki. Bila tidak, maka informasi marker tidak akan diolah, tetapi bila sesuai maka informasi marker akan digunakan untuk me-render dan menampilkan objek 3D atau animasi yang telah dibuat dalam software sebelumnya.

Efek game ini terhadap kehidupan Gamer sehari hari.

Dari perilaku pengguna game ini, bahkan game game lainnya sudah menjadi bagian terpenting dari kehidupan manusia. Game ibaratnya sudah jadi kebutuhan primer dalam tatanan masyakat modern, sehingga tak heran jika putra-putri bangsa yang lahir di saat ini lebih dekat dengan Game ketimbang dengan keluarga atau lingkungan sosialitasnya. Dalam konteks game Pokemon Go tentunya efek kecanduan sudah pasti ada, sehingga akan memunculkan berbagai pendapat tentang dampak buruk dari game ini.

Seperti kita ketahui, kecanduan tentunya berefek buruk, tak perlu pakai  teori-teori modern untuk menelaah ini. Salah satu efek nyata kecanduan pada pola makan, atau malas makan dan lain sebagainya tentu sering dialami bagi mereka para pecandu game, karena konsentrasi pikiran dalam menikmati game.

Selain itu seorang gamer bisa punya masalah dengan mata dan mental, hal ini karena gamer selalu menghadapkan mata dan pikiran pada handphone. Sehingga radiasi yang dipancarkan dan emosi yang tidak terkendali  sangatlah tidak baik bagi kesehatan mata dan mental anda. Kesehatan mata akan terganggu secara tidak disadari, apalagi bagi anak kecil. Ada satu hal bahwa tak semua game itu baik, menurut penelitian yang pernah dipublikasikan dalam jurnal Pediatrics—yang antara lain dilakukan di Seattle Children’s Research Institute (2011), Iowa State University (2010), dan Stanford University School of Medicine (2009), kebanyakan main game bisa mengganggu proses tumbuh kembang mental anak. Dan masih banyak efek lainya lagi yang tentunya butuh penelitian yang mendalam.

Belum lagi persoalan keamanan, jika Pokemon gamer melangkah keluar dimalam hari, apakah akan keluar untuk memburu pokemon melangkah ? Tentunya harus dipentingkan keamanan ketimbang pokemon. Efek dari game Pokemon Go juga bisa mengkhawatirkan jika game ini  mengakibatkan kecelakaan akibat para gamer sudah asyik dan kecanduan.

Initinya  ada baik buruknya segala sesuatunya itu di kembalikan  ke pribadi masing-masing terutama para orang tua mengawasi anak anak mereka. Game Pokemon Go ini, digunakan sebijaknya maka manfaat yang didapat juga sama, namun apabila berlebihan hingga kecanduan maka berbagai efek  buruknya bisa saja terjadi dan pastinya mengancam keselamatan gamer itu sendiri…!!

Semoga tulisan ini bermanfaat buat teman teman semua.




By: HM