Showing posts with label Uncatagorized. Show all posts
Showing posts with label Uncatagorized. Show all posts

Sunday, 7 January 2018

Keripik Singkong Padang

Selingan sajo....

*Keripik singkong balado*😁😁😛

Resep saya ini masih pakai takaran kira - kira

*Keripik singkong*

Bahan :
2 kg Singkong yang gempur kupas.
Cuci bersih, tiriskan air nya parut kemudian goreng sudah garing angkat tiriskan

** Saya menggoreng singkong menggunakan 2 kuali artinya
Goreng pertama setengah kering lalu pindahkan gorengan ke kuali kedua.

*Sambal balado*
1kg cabe merah rebus, haluskan.
1kg gula pasir.
Bawang putih secukupnya, haluskan.
Air perasan jeruk nipis secukupnya
Garam & penyedap secukupnya.
Minyak goreng secukupnya.

*Cara membuat sambal*

Masak cabe,
Bawang putih yang sudah di haluskan sampai tidak ada kadar air nya masukkan gula pasir,, air perasan jeruk nipis,,
Minyak goreng,, garam dan penyedap
Masak sampai di rasa kekentalan nya cukup ya

*Cara ngaduk keripik dan sambal*.

Panaskan kuali masukkan sambal secukupnya
Masak sambal sebentar (untuk cairkan gula) masukkan keripik secukupnya aduk rata diatas kompor dengan api kecil
Setelah rata keripik siap disajikan atau dikemas.

Ini lumayan buat jadi usaha ... bikinnya iseng sajo...hehe

Saturday, 17 October 2015

Yakin itu seperti apa ???

Kita semua sering mendengar kata “yakin”, menurut arti bahasa arab mengakui, baik secara lisan maupun hati. 
Dan yakin itu ada 3 hal..

- Ilmu al yakin, adalah keyakinan akan keberadaan Allah  SWT berdasar ilmu pengetahuan tentang sebab akibat atau melalui hukum kausalita, seperti keyakinan dari para ahli ilmu kalam, lalu ada..

- Ainu al yaqin adalah keyakinan yang dialami oleh orang yang telah melewati tahap pertama, yaitu ilmu al yaqin, sehingga setiap kali dia melihat sesuatu kejadian, tanpa melalui proses sebab akibat lagi dia langsung meyakini. 

Terakhir itu


- Haqqul yaqin adalah keyakinan dimiliki oleh orang yang telah menyadari bahwa alam semesta ini pada hakekatnya adalah bayangan dari Penciptanya, sehingga dia dapat merasakan wujud yang sejati itu hanyalah Allah, sedangkan lainnya hanyalah bukti dari wujud yang sejati tersebut, yaitu Allah swt.....nah termasuk yang manakah kita dalam hal 
"YAKIN" ini ??????

By: oz

Tuesday, 18 August 2015

“(Jiwa) yang Baik”

“(Jiwa) yang Baik” ,Dalam Apologia, Socrates, diceritakan dia mengajukan pembelaannya atas tuduhan-tuduhan para penuduhnya di hadapan para dewan. Dalam usahanya itu, ia memberikan pembelaan yang boleh dikata menjebol kebekuan manusia yang cenderung puas diri dalam kesempitan cara berpikir (dan karenanya juga melukai cita rasa publik bahkan juga cita rasa religius elit masyarakat pada waktu itu). 

Akibatnya jelas bahwa ia akhirnya dijatuhi hukuman mati. Kematian Socrates adalah kematian demi kebenaran. Kebenaran di sini tak lain adalah kebijaksanaan, yang dalam konteks Yunani kuno berarti pengetahuan. Bagi Socrates sendiri, pengetahuan itu berarti adalah pengetahuan akan “yang baik“. 


Adapun “yang baik“ itu adalah eudaimonia (Yun.) yang sering diterjemahkan sebagai kebahagiaan. Yang dimaksud Socates ini bukan sekadar kebahagiaan tetapi memiliki arti yang lebih dalam, yaitu sebagai suatu paham eksistensial yang menunjuk pada keadaan objektif, yakni berkembangnya seluruh aspek atau dimensi kemanusiaan seorang individu. Dengan paham ini maka jelaslah bahwa tujuan hidup manusia itu tak lain adalah membuat dirinya atau jiwanya berkembang secara menyeluruh dan sebaik mungkin. Dan “yang baik” itu dalam tataran spiritualitas Socrates adalah Tuhan sang kesempurnaan kebijaksanaan. 



Manusia musti memikirkan “yang baik“ itu, mencarinya, memahaminya, menghayatinya, dan melakukannya. Jika orang memiliki keutamaan ini, tentunya akan melakukan yang baik. Sebagai contoh, apabila orang tahu apa artinya tolong-menolong maka dalam hidupnya tolong-menolong inilah yang hendaknya terjadi atau ditindak kan dalam kehidupan ini. Baginya ( Socrates ) ketika orang tahu yang baik itu maka sudah barang tentu dia berlaku baik, oleh karena itu menurut Socrates kejahatan itu identik dengan ketidaktahuan. 



Pemikiran yang sedemikian ini membawa serta konsekuensi-konsekuensi yang sering tidak mengenak kan bagi mereka (misalnya: kesukaran-kesukaran, ketakutan, rasa malu, dsb.), apabila seseorang ingin dengan sungguh-sungguh mencari dan menindak kan “yang baik” tersebut. Orang di sini bertemu dengan yang namanya realitasnya, al. realitas kehadirannya, realitas kehadiran sesamanya, realitas tatanan hidup bersama dengan sesamanya, realitas dunia dimana ia berada, realitas relasi nya dengan dunia, realitas Tuhannya dan realitas relasi nya dengan Tuhan dalam hidupnya, dan realitas segala sesuatu yang ambil bagian di dalamnya. 



Berhadapan dengan segala realitas di atas, belum tentu manusia mampu untuk memahaminya, karena memang tidak mudah. Butuh yang namanya keberanian untuk menghadapi itu semua di samping penggerak lain yaitu “yang baik“. Ini penting! Mengapa? Usaha menggapai kebijaksanaan itu sekali lagi riskan dan bahkan berbahaya. 


Akhir tulisan ini kupikir  bahwa . Kematian atau lebih tepatnya kematian Socrates ini membawa siapa saja yang merenungkannya kepada kesadaran akan pentingnya “yang baik” yang ada dalam kehidupan ini. Sederhana namun sering terhalang oleh pikiran-pikiran sempit yang malah terkadang mengaburkan maknanya, lantaran tidak pernah direfleksikan secara mendalam. 


Kepuasan dan kenyamanan dengan hanya memperoleh bayangan semu dari “yang baik” ini bukanlah suatu yang patut diteruskan karena hanya akan membawa hidup ini pada pendangkalan dan bukannya pada perkembangan jiwa yang baik, yakni jiwa yang selalu mengembara, mencari, dan menemukan kebijaksanaan sejati.

Inilah kepalsuan yang menurut Socrates harus dihindari…..

Socrates berpendapat, bahwa dalam mencari kebenaran itu ia tidak memikir sendiri, melainkan setiap kali berdua dengan orang lain, dengan jalan tanya jawab. Orang yang kedua itu tidak dipandangnya sebagai lawannya, melainkan sebagai kawan yang diajak bersama-sama mencari kebenaran. Kebenaran harus lahir dari jiwa kawan bercakap itu sendiri. Ia tidak mengajarkan, melainkan menolong mengeluarkan apa yang tersimpan di dalam jiwa orang.

Sebab itu metodenya disebut maieutik. Socrates mencari kebenaran yang tetap dengan tanya-jawab sana dan sini, yang kemudian dibulatkan dengan pengertian, maka jalan yang ditempuhnya ialah metode induksi dan definisi.

Kedua-duanya itu bersangkut-paut. Induksi yang menjadi metode Socrates ialah memperbandingkan secara kritis. Ia tidak berusaha mencapai dengan contoh dan persamaan, dan diuji pula dengan saksi dan lawan saksi.


(Dari berbagai sumber)

Monday, 13 July 2015

Lafazkanlah Istighfar di Akhir Ramadhan

Lafazkanlah Istighfar di Akhir Ramadhan, Umar bin 'Abdul 'Aziz pernah membuat tulisan yang ingin dikirimkan ke berbagai ke negeri. Isi surat tersebut adalah memerintahkan mereka untuk menutup bulan Ramadhan dengan istighfar dan shodaqoh yaitu zakat fithri
Istighfar adalah meminta ampunan pada Allah.  Istighfar adalah penutup setiap amalan sholih. 

Bacaan Istighfar lengkap
Rabbanaa innanaa aamannaa faghfir lanaa dzunuubanaa waqinaa 'adzaaban naar.
“Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah beriman, maka ampunilah segala dosa kami dan peliharalah kami dari siksa neraka”.
(Ali Imran Ayat : 16)

Shalat lima waktu, haji, shalat malam, dan pertemuan dalam majelis biasa ditutup dengan amalan dzikir istighfar ini. Jika istighfar berfungsi sebagai dzikir, maka itu jadi penambah pahala. Sedangkan jika ada sesuatu yang sia-sia dalam ibadah, maka fungsi istighfar sebagaikafaroh (penambal).

Karena zakat fithri menyucikan orang yang berpuasa dari hal-hal yang sia-sia dan dari kata-kata yang haram. Sedangkan bacaan istighfar adalah sebagai penambal atas kekurangan yang dilakukan saat puasa karena melakukan hal-hal yang sia-sia dan haram. Oleh karena itu, sebagian ulama mengibaratkan shodaqoh fithri (zakat fitrah) seperti sujud sahwi dalam shalat.

Puasa kita butuh pada istighfar, sedangkan amalan sholih sebagai penggenapnya. Bukanlah puasa kita penuh cacat dikarenakan pelanggaran yang kita lakukan saat puasa ?

Sebagian salaf berkata setelah kita shalat, maka kita beristighfar untuk menambal cacat dalam shalat. Ini dilakukan sebagaimana orang yang berbuat dosa beristighfar. Inilah keadaan orang-orang yang bagus ibadahnya (muhsin)

Al Hasan Al Bashri berkata, “Perbanyaklah istighfar karena kalian tidaklah tahu kapan waktu turunnya rahmat. Lukman pun pernah berkata pada anaknya, “Wahai anakkku, basahilah lisanmu dengan bacaan Istighfar (permohonan ampun pada Allah) karena Allah telah memilih beberapa waktu yang do’a orang yang meminta tidak tertolak saat itu”.

Demikian ringkasan dari Lathoiful Ma’arif, karya Ibnu Rajab, hal. 376-378. Semoga di penghujung Ramadhan, kita mendapat banyak maghfiroh dari Allah.


Disalin dari : muslim,or.id, Penulis:Muhammad Abduh Tuasikal,

Sunday, 7 June 2015

Sahabat itu Cukup satu “kata” ..

Sahabat  itu Cukup satu “kata”..
Orang-orang yang mau mendengarkan dan menjaga.
Tak harus kita bentuk atau karena direncanakan.
Tak perlu dibentuk group atau komunitas karena memiliki status sosial yang sama, pendidikan yang sama, hobi yang sama, gosip yang sama (^_*)
Tapi sahabat itu layaknya kumpulan orang-orang yang memiliki hati dan kepercayaan. 
Mengapa hati? Karena dengan hati dia mampu menerima sisi lemahmu dan membuatmu jadi kuat.
Karena hati, dia mampu menemanimu disaat tak ada yang ingin bersamamu.
Karena hati, dia mampu mengobati lukamu.
Karena hati, dia mampu mendengarkan.
Karena hati, dia mampu memberi peringatan ketika kita lalai.
Karena hati, dia akan menolongmu.
Karena hati, dia bisa maafkan kamu.
Karena hati, dia bisa bersedih menjauh darimu.
Karena percaya, dia mampu menutup aibmu.

Tak mudah memiliki  persahabatan.
Tidak semudah menyebut dia-dia-dia, sahabatku.
Hanya karena kita bisa  gosip bersama,
Hanya karena kita membenci orang yang sama.
Hanya karena kita bisa bersenang-senang bersama.
Cukup satu “kata” karena kita mampu menutupi  saat yang satu tidak tertutupi.

Sederhana memang, hal-hal yang sangat simpel, bermakna disaat aku sendirian. Dan aku akan selalu mengingatnya.

Sederhana memang,  selalu memberi bantuannya disaat aku butuh. (^_^). Padahal tak banyak yang aku lakukan untuknya.... Tapi dia selalu membantuku dan banyak  orang. 


Sederhana memang, kami selalu bersama. Bercerita bersama. Mengetahui diriku lebih dari aku. Walau banyak sepertinya orang-orang yang tidak menyukaiku (^_0  untuk ini tidak semua ya...hehehe), dia tetap ada dan tidak memperdulikan mereka. Karena dia mengetahuiku lebih dari yang mereka tahu. Terkesan cuek tapi baik hatinya, diam-diam peduli denganku. Banyak hal yang dilakukannya padaku. Selalu memaafkanku. Dan aku selalu ingin mengucapkan maaf dan terima kasih.

soul14

Anak ku

. 'Wahai Anakku, Mama sangat menyayangimu. Sejak kau kecil sampai dewasa, Mama selalu merawatmu dengan segenap cinta. Bahkan sampai hari ini, rasa sayangku tak akan berkurang sedikitpun. ".

Ingat....!!

Carilah nasehat dari orang tua,
karena mata mereka telah menatap wajah-wajah tahun
dan telinga mereka telah mendengarkan suara-suara kehidupan.
Bahkan jika nasehat mereka kurang menyenangkan hatimu,
Tetap perhatikanlah mereka.  ( Khalil Gibran )

Monday, 1 June 2015

MENGENAL TENTANG METODE CRASH PROGRAM.

Analisis diagram jaringan kerja dengan menggunakan metode crash program untuk mempercepat waktu penyelesaian proyek dan penerapannya

Perencanaan merupakan bagian yang tak terpisahkan dari suatu manajemen proyek. Salah satu perencanaan tersebut adalah penyusunan jadwal rencana kerja proyek. Penyusunan jadwal suatu proyek dilakukan agar proyek tersebut dapat diselesaikan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Dalam penyusunan jadwal suatu proyek, ada beberapa model yang bisa dilakukan, yaitu dengan menggunakan diagram batang bagan Gantt dan memanfaatkan diagram jaringan kerja. Ada beberapa metode penjadwalan yang memanfaatkan diagram jaringan kerja, diantaranya “ Project Evaluation and Review Tecnique (PERT), Critical Path Method (CPM), dan Precedence Diagram Method (PDM)”.


Project Evaluation and Review Tecnique (PERT) adalah : Kompleksitas sebuah pengelolaan proyek,  membutuhkan identifikasi dan pemetaan atas rangkaian kegiatan yang bisa saja harus dilakukan secara serial (berurutan) atau dapat dilakukan secara paralel.  Pemetaan ini dapat disusun dalam bentuk model jaringan.

Critical Path Method (CPM) adalah : merupakan model kegiatan proyek yang digambarkan dalam bentuk jaringan. Kegiatan yang digambarkan sebagai titik pada jaringan dan peristiwa yang menandakan awal atau akhir dari kegiatan digambarkan sebagai busur atau garis antara titik. secara sederhana bermaksud untuk membuat schedule yang berukuran besar pada proyek besar menjadi schedule yang lebih kecil. Secara logika kita pahami bahwa schedule yang lebih kecil berarti  schedule tersebut lebih managable atau dapat lebih mudah untuk dikelola. Inilah intinya peran konsep ini dalam mengatasi kompleksitas proyek yang besar. Contoh : Membagi seluruh pekerjaan menjadi beberapa kelompok yang dapat dikatakan sejenis. Lalu menentukan lamanya pekerjaan , hubungan keterkaitan antara kelompok ,kemudian melihat bagian pekerjaan yang kritis didasari hubungan yang saling terkait, dan terakhir  membandingkan durasi total  pekerjaan  dengan  waktu yang dibutuhkan
Precedence Diagram Method (PDM) adalah :  suatu cara  untuk penjadwalan kegiatan dalam rencana proyek. metode ini bisa dilakukan penyusunan jadwal proyek diagram jaringan yang menggunakan kotak, disebut sebagai node, untuk mewakili kegiatan dan menghubungkan mereka dengan membuat symbol panah yang menunjukkan dependensi. Tujuan akhir dari PDM adalah untuk menciptakan sebuah jadwal proyek praktis dan kuat.


Hasil akhir dari ketiga metode tersebut adalah suatu jadwal rencana kerja proyek mulai kegiatan awal hingga kegiatan akhir proyek yang tersusun secara sistematis.
Dalam jadwal rencana kerja proyek ada kegiatan-kegiatan yang tidak bisa ditunda (kegiatan kritis) dan ada yang bisa ditunda hingga batas waktu tertentu (kegiatan non kritis).
Namun tidak sedikit dalam suatu proyek, pemilik proyek dengan berbagai alasan meminta proyek harus diselesaikan lebih singkat dari waktu normalnya sehingga harus mengubah schedule yang sudah ada. Dalam mempercepat waktu penyelesaian proyek tersebut selain masalah waktu, biaya juga harus diperhatikan. Dengan demikian, tujuannya adalah menghasilkan jadwal yang lebih singkat dari segi waktu dengan penambahan biaya yang seoptimal mungkin. Salah satu metode yang digunakan dalam mempercepat jadwal proyek adalah dengan crash program. Crash program atau program potong kompas  Dalam metode ini, penyingkatan waktu pertama kali  dilakukan dengan memilih kegiatan yang mempunyai  slope (besarnya biaya per satuan waktu) terendah hingga yang paling tinggi sehingga penambahan biaya terjadi secara berurutan.


JADWAL JARINGAN KERJA CPM DAPAT UNTUK MENGANALISIS MASALAH TERSEBUT,  YAITU DENGAN MEMPERKIRAKAN :

Jadwal yang ekonomis bagi suatu proyek, yang didasarkan atas biaya langsung untuk  mempersingkat  waktu penyelesaian komponen-komponennya . Jadwal yang optimal dengan memperhatikan biaya langsung dan tidak langsung. Langkah ini dilakukan dengan mengadakan analisis hubungan antara waktu dan biaya .

PROSES MEMPERCEPAT KURUN WAKTU DISEBUT CRASH PROGRAM.
Di dalam menganalisis proses tersebut digunakan asumsi berikut :  Jumlah sumber daya yang tersedia tidak merupakan kendala.  Ini berarti dalam menganalis program mempersingkat waktu, alternatif yang akan dipilih tidak dibatasi oleh tersedianya sumber daya.
Bila diinginkan waktu penyelesaian lebih cepat dengan lingkup yang sama, maka keperluan sumber daya akan bertambah.  Sumber daya ini dapat berupa tenaga kerja, material, peralatan atau bentuk lain yang dapat dinyatakan dalam sejumlah dana .

Garis besar mempersingkat waktu adalah dengan :
Menghitung waktu penyelesaian proyek dan identifikasi float dengan CPM, memakai kurun waktu normal
Menentukan biaya normal masing-masing kegiatan
Menentukan biaya dipercepat masing-masing kegiatan
Menghitung slope biaya masing-masing komponen kegiatan
Mempersingkat kurun waktu kegiatan, dimulai dari kegiatan kritis yang mempunyai slope biaya terendah


By : zoel12.




Friday, 15 May 2015

Merenungkan Hikmah Peristiwa Isra’ dan Mi’raj Nabi Muhammad SAW.

Merenungkan Hikmah Peristiwa Isra’ dan Mi’raj Nabi Muhammad SAW. ,setiap orang tentunya berbeda beda; ada sebagian yang merayakan sedemikian antusias dan hiruk pikuk dengan berbagai aktifitas, dan ada yang melakukannya secara sederhana, melalui renungan hikmah peristiwa tersebut, dan ada pula yang hanya sekedar mengingat semata.

Dari sisi histori Isra’ dan Mi’raj itu sendiri sesungguhnya merupakan sebuah ujian, terutama bagi orang yang beriman pada saat itu, apakah mereka benar benar meyakini keberadaan Nabi Muhammad sebagai utusan Allah ataukah seperti yang selama itu dituduhkan oleh orang orang kafir bahwa Muhammad hanyalah seorang pembohong dan ahli sihir. Peristiwa Isra’ Mi’raj tersebut dijelaskan pada saat itu sangat tidak rasional bilamana hanya didasarkan kepada pengetahuan yang sempit dan terbatas. Bagaimana mungkin Muhammad mengaku hanya  semalam ia diperjalankan oleh Tuhan dari masjid Haram di Makkah sampai ke masjid al-Aqsha di Palestina.  

Dalam hitungan rasional saja dengan menggunakan  kendaraan yang paling cepat hanyalah kuda, dan kalau jarak tersebut ditempuh dengan kuda, memakan waktu berbulan, Muhammad mengakuinya semalam saja  pulang pergi dari dan ke  masjid  al-Aqsha  di Palestina. Orang  mengatakan gila , mengigau dan membual .  Karena itu , mereka yang imannya tidak kuat dengan cepat terpengaruh. 

Namun bagi  yang imannya kuat seperti Abu Bakar dan para sahabat dekat Nabi saat itu, dengan  tegas menyatakan tetap percaya kepada Nabi Muhammad Shalallahu 'Alaihi Wassalam. Jangankan Cuma ngejalani  perjalanan Makkah ke Palestina pulang pergi, sesuatu hal yang  disampaikan oleh Nabi lebih dari itu, mereka tetap percaya dan tak ragu  sedikitpun, karena semuanya atas ijin dan ridho Allah Maha Kuasa.

Isra’ Mi’raj tersebut pada akhirnya  bermuara pada  kewajiban menjalankan shalat lima waktu setiap hari semalam bagi  Nabi Muhammad SAW beserta  pengikut beliau hingga akhir zaman. Kewajiban shalat disampaikan langsung oleh Allah kepada Nabi Muhammad dan Allah mengundangnya, tidak seperti  perintah wajib lainnya yang  berupa wahyu saja. Karena kewajiban shalat adalah sebuah kewajiban yang istimewa dan tidak sama dengan kewajiban lainnya. Contoh ;  Sholat  tidak boleh ditinggalkan dengan alasan apapun, seperti sakit,  melakukan perjalanan jauh,  maleeess, capek  apalagi ya ???. Sedangkan ibadah atau kewajiban lainnya  dapat ditinggalkan dengan alasan syar’i.

Shalat menurut nabi Muhammad ialah sebuah kewajiban yang akan menentukan baik dan buruknya amal seseorang. Maksudnya kalau ibadah shalat seseorang  itu baik bahkan sangat baik, tentu amaliah lainnya juga akan mengikuti kebaikannya tersebut dan begitu juga sebaliknya .

Kita lihat kondisi saat ini Di tengah derasnya arus modernitas, serikali manusia terlena dan larut dalam dekapan budaya materialisme, konsumerisme dan hedonisme. Nilai-nilai yang bersifat materi diagungkan, sementara nilai-nilai rohani diabaikan. 

Dari sisi materi mereka tidak kekurangan, bahkan berlimpah, tetapi sisi rohani mereka gersang, kering kerontang. Fisik mereka sehat, namun jiwa mereka kosong dan rapuh.

Kenyataan inilah bisa kita pahami pada link

Shalat juga merupakan satu satunya amal ibadah pertama kalinya di akhirat nanti akan dimintakan pertanggung jawaban oleh Allah, sebelum amaliyah lainnya.

Penutup.

Akhir kata , Penulis rasa sangat tepat jika Peristiwa Isra’ Mi’raj tersebut dijadikan sebagai refleksi  untuk menyadari betapa selama ini kita kurang dalam hal keseriusan dalam menjalankan  ibadah shalat.  kita harus segera mengevaluasi diri, terutama dalam hal cara dan khusu’ nya shalat kita.  Semoga  kita dapat meningkatkan kualitas shalat kita dan sekaligus menjadikan diri kita Istiqomah (konsisten) Syaratnya adalah fokus kepada sesuatu yang menjadi cita-cita hidup kita karena hal itu yang akan menggerakkan seluruh hidup kita ke arah cita-cita tersebut. Kalau gak tahu apa yang dituju, pasti akan goyah. Dapat ujian sedikit sudah limbung. bahwa istiqomah itu salah satu ciri keimanan kita teruji atau tidak. 

Ketika kita tidak istiqomah, bisa dikatakan memang bahwa keimanan kita tidak teruji dengan baik. Memang istiqomah menjadi suatu kondisi, suatu benteng untuk menunjukkan ketundukan kita kepada Allah. Indikator keberagamaan kita atau ketakwaan itu memang ada pada sikap istiqomah. Menjalankan sesuatu, sendirian atau ramai-ramai, diberi reward tidak diberi reward, sikapnya sama saja. Itulah sikap orang yang istiqomah, yang dibalut dengan perilaku ikhlas sebagai hamba. Caranya agar kita bisa istiqomah dengan akan sangat terbantu dengan adanya amal jama’i ( amal berjamaah).

Karena dengan kebersamaan dalam beramal islami, akan lebih membantu dan mempermudah hal apapun yang akan kita lakukan. Jika kita salah, tentu ada yang menegur. Jika kita lalai, tentu yang lain ada yang mengingatkan. Berbeda dengan ketika kita seorang diri. Ditambah lagi, nuansa atau suasana beraktivitas secara bersama memberikan ‘sesuatu yang berbeda’ yang tidak akan kita rasakan ketika beramal seorang diri.  Rasulullah saw. bersabda, ‘istiqamahlah kalian, dan janganlah kalian menghitung-hitung. Dan ketahuilah bahwa sebaik-baik amal kalian adalah shalat. Dan tidak ada yang dapat menjaga wudhu’ (baca; istiqamah dalam whudu’, kecuali orang mukmin.) (HR. Ibnu Majah).
Sampailah pada satu kesimpulan, bahwa jika perjalanan hijrah menjadi permulaan dari sejarah kaum Muslimin, atau perjalanan Haji Wada yang menandai penguasaan kaum Muslimin atas kota suci Mekah, maka  Isra’ Mi’raj  menjadi “puncak” perjalanan seorang hamba menuju kesempurnaan ruhani.


By ; Zoel2015