Kamis, 06 Januari 2011

KITA HARUS TAHU ILMU nya itu Apa ??

Banyak yang mengatakan bila kita membahas sesuatu hal,maka harus tahu ILMU nya dulu.seperti bicara soal agama,sejarah hidup dan lain sebagainya.
Secara garis besar kesadaran manusia dibagi tiga dimensi ;
Pengalaman, perasaan dan pengetahuan. Ketiga dimensi itu berbeda secara substantif tetapi sangat saling berkaitan.
Pengetahuan itu, apa yang diketahui oleh manusia atau hasil proses hidup manusia menjadi tahu.
Pengetahuan itu suatu milik atau isi pikiran manusia yang merupakan hasil dari proses usaha manusia untuk tahu.
Dalam perkembangan pengetahuan ada empat cabang utama,yakni; filsasat, ilmu, pengetahuan dan wawasan. melihat perbedaan antara empat cabang itu, contoh: Ilmu kalam (filsafat), Fiqih (ilmu), Sejarah (pengetahuan), dan praktek kehidupan manusia sehari hari yaitu logika(wawasan).
Bahasa, matematika, logika dan statistika merupakan pengetahuan yang disusun secara sistematis, tetapi keempatnya bukanlah ilmu. Keempatnya adalah alat ilmu.
Setiap ilmu (sains) adalah pengetahuan (knowledge), tetapi tidak setiap pengetahuan adalah ilmu. Ilmu adalah semacam pengetahuan yang telah disusun secara sistematis.
Bagaimana cara menyusun kumpulan pengetahuan agar menjadi ilmu? Jawabnya pengetahuan itu harus dikandung dulu oleh filsafat (Ilmu kalam ), lalu dilahirkan, dibesarkan dan diasuh oleh matematika, logika/wawasan, bahasa, statistika dan metode ilmiah.
Maka seseorang yang ingin berilmu perlu memiliki pengetahuan yang banyak dan memiliki pengetahuan tentang logika (wawasan), matematika, statistika dan bahasa.
Kemudian pengetahuan yang banyak itu diolah oleh suatu metode tertentu. Metode itu ialah metode ilmiah.
Tentang metode ilmiah diperlukan juga untuk menyusun pengetahuan-pengetahuan tersebut untuk menjadi ilmu dan menarik pengetahuan lain yang dibutuhkan untuk melengkapinya.  
Untuk berpengetahuan seseorang cukup buka mata, buka telinga, pahami realitas, hafalkan, dan sampaikan.
Adapun untuk berilmu, maka metodenya menjadi lebih serius. Tidak sekedar buka mata, buka telinga, pahami realitas, hafalkan, sampaikan, secara serampangan.
Seseorang yang ingin berilmu, pertama kali ia harus membaca langkah terakhir manusia berilmu contohnya Nabi, menangkap masalah, membuat hipotesis berdasarkan pembacaan langkah terakhir manusia berilmu, kemudian mengadakan penelitian lapangan, membuat pembahasan secara kritis dan akhirnya barulah ia mencapai suatu ilmu. Ilmu yang ditemukannya sendiri.
Apa maksud “membaca langkah terakhir manusia berilmu” ? Postulat ilmu mengatakan bahwa ilmu itu tersusun tidak hanya secara sistematis, tetapi juga terakumulasi disepanjang sejarah manusia.
Tidak ada manusia, bangsa apapun yang secara tiba-tiba meloncat mengembangkan suatu ilmu tanpa suatu dasar pengetahuan sebelumnya.dalam islam sumbernya  Al-Quran.sabda Rasulullah /Hadist
Para ilmuwan dan para filsof itu tentu memiliki guru-guru yang melakukan pembacaan terhadap mereka tentang sampai batas terakhir manusia berilmu di zaman itu. Ilmu kimia abad modern sekarang adalah berpijak pada ilmu kimia, katakanlah abad 10 masehi yang berada di tangan orang-orang Islam.
Dan ilmu kimia di abad 10 masehi itu tentu bepijak pula pada ilmu kimia abad 3500 tahun sebelum masehi, katakanlah itu misalnya dari negeri dan zaman firaun.
Cara praktis, cepat, kompatibel, kredibel, aksesibel, dan lain-lain bel positif lainnya, untuk berilmu bisa dengan bersekolah formal, dari SD hingga S3. Beruntunglah kawan-kawan yang bisa meraih gelar sarjana. Gelar magister dan seterusnya. dan bisa juga dengan non formal dari guru guru yang ahli di bidangnya.
Memang sekalipun gelar sudah S3 tapi koq masih terasa haus terhadap ilmu. Mungkin ilmu yang ada pada dirinya baru sedikit dari khazanah ilmu yang pernah didapatkannya, sedang disusun, dan apalagi jika dibanding dengan ilmu yang terjadi di masa sekarang ataupun masa depan yang selalu berkembang sesuai kebutuhan manusia hingga hari kiamat nanti.
Aku sendiripun selalu mencari tahu bagaimana menyikapi kehidupan ini sesuai jalur yang sudah digariskan yang MAHA PENCIPTA.
Wallahualam bissawab..semoga bermanfaat.
by,Ading Nashrulloh,filsafatindonesia1001/DD2011.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar